Ketika Ampas Kopi Berbicara Politik

Salah satu pengunjung Sarinah Mall mengamati lukisan dari bahan kopi, kemarin (16/3).

MALANG KOTA – Seniman, khususnya pelukis, selalu punya cara unik dalam berkarya. Bagi masyarakat awam, kopi merupakan minuman yang enak. Namun bagi pelukis, kopi bisa jadi bahan yang pas untuk berkarya.

Seperti yang dilakukan Sawir Wirastho. Pelukis asal Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, itu melukis dengan bahan ampas kopi. Kemarin (16/3), hasil karyanya itu dipamerkan di Sarinah Mall Malang, Jalan Basuki Rahmat.

Alumnus Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) ini menyatakan, ada kesulitan tersendiri saat melukis menggunakan ampas kopi. ”Kekentalannya harus dijaga agar bisa menghasilkan karya,” kata pelukis yang sudah menghasilkan ratusan karya itu.

Pameran yang rencananya berlangsung hingga 22 Maret mendatang itu menyuguhkan 16 lukisan. Mayoritas tentang kritik dan politik. Karya-karya Sawir itu terinspirasi dari kegaduhan politik nasional.

”Lukisan ini berbicara tentang politik,” kata pria yang mulai melukis menggunakan ampas kopi sejak 1999 itu.

Ditanya mengenai alasannya memilih ampas kopi, Sawir menjawab sederhana. Selain kopi sudah jadi minuman yang digemari masyarakat, dia juga tidak sulit mencari bahannya. ”Bagi orang Indonesia, mencari kopi itu tidak sulit,” katanya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto