Ketika 776 Pengungsi Maksa Pulang

KOTA BATU – Hari ketiga pasca diterjang badai, sekitar 776 warga Desa Sumber Brantas nekat meninggalkan tenda pengungsian kemarin (22/10). Mereka memaksa pulang ke kampungnya meski sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi kelas II Malang memperkirakan, fenomena angin kencang masih mengancam hingga beberapa hari ke depan.

Pantauan wartawan koran ini kemarin pukul 12.00, dari sekitar 1.444 pengungsi yang tersebar di 11 lokasi penampungan, hanya tersisa 668 jiwa. Dengan demikian, ada 776 pengungsi yang pulang. Ada juga yang kepulangannya tanpa sepengetahuan tim gabungan dari Pemkot Batu.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, kepulangan ratusan pengungsi itu membuat pemkot memulangkan pengungsi lain. Sekitar pukul 17.00, sekitar 668 pengungsi dipulangkan semua.

Kepulangan ratusan pengungsi itu diantar oleh petugas dari tim gabungan TNI, Polri, Tagana Kota Batu, dan PMI Kota Batu. Bahkan, tim juga membopong pengungsi lanjut usia (lansia) yang tidak mampu berjalan.

Kasi Kesra Desa Sumber Brantas Selamet Jinurung mengatakan, pemkot memulangkan pengungsi setelah mempertimbangkan cuaca di Desa Sumber Brantas. ”Kepulangan pengungsi ini disetujui oleh tim gabungan. Karena cuaca di sini (Desa Sumber Brantas) mulai membaik,” kata Jinurung ditemui ketika menyambut ratusan pengungsi tiba di Balai Desa Sumber Brantas kemarin.

Disinggung mengenai antisipasi jika ada badai susulan, Jinurung mengatakan, ada petugas yang siaga di lokasi. ”Tentara maupun bapak-bapak linmas masih berjaga-jaga di desa,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Gatot Noegraha memaparkan, pertimbangan pemulangan pengungsi karena situasi di Desa Sumber Brantas kondusif. Selain itu, pengungsi juga memaksa dipulangkan.

”Sebelumnya kami telah melaksanakan rapat koordinasi di posko BPBD. Hasilnya, disepakati untuk melaksanakan pemulangan pengungsi sore hari ini (kemarin),” kata Noegraha.

Menurut Gatot, kondisi di Desa Sumber Brantas sudah normal. Jaringan listrik yang sebelumnya mati kini sudah bisa difungsikan. Pohon-pohon yang tumbang juga sudah dievakuasi petugas. ”Cuaca cerah dan kondisi angin normal,” kata dia.

Disinggung mengenai pengamanan, Gatot mengatakan, tim gabungan tetap siaga di Desa Sumber Brantas. ”Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misal untuk melakukan evakuasi kembali atau susulan, kami siap,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Batu Ririk Mashuri mengatakan, setelah pengungsi dipulangkan, pihaknya menerjunkan tim untuk penanganan khusus pasca bencana.

”Tadi (kemarin) sempat dari dinas PUPR, untuk kerusakan rumah baik ringan dan berat jumlahnya sekitar 100 unit. Sesuai permintaan Bu Dewanti Rumpoko (Wali Kota Batu), diutamakan penanganan infrastruktur umum seperti sekolah dan rumah sakit, lalu perumahan masyarakat yang terdampak bencana,” jelasnya.

Selain itu, bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur dan Tagana Provinsi Jawa Timur untuk alat kebersihan juga telah diterima guna melakukan kerja bakti pembersihan jalan raya.

Sementara itu, pantauan wartawan koran ini di lokasi, sejumlah fasilitas yang rusak diperbaiki oleh petugas. Tim dari Yon Zipur 10/2 Kostrad Pasuruan juga membantu perbaikan gedung SMPN 5 di Dusun Lemah Putih, kemudian juga SDN 3 Tulungrejo dan rumah warga. ”Mereka kerahkan juga alat berat,” kata Gatot.

Terpisah, Adinda Dewi, salah satu guru SDN Tulungrejo 03 yang turut ikut kerja bakti menerangkan, giat ini baru bisa dilakukan hari ini (kemarin). ”Baru bisa sekarang soalnya jalannya baru dibuka,” kata dia.

Selama di lokasi pengungsian, Dewi mengaku mengajar siswa-siswi. Hal itu dilakukan karena gedung sekolah rusak. Selain itu, ribuan warga Desa Sumber Brantas juga dievakuasi ke lokasi pengungsian. ”Ini kami baru pulang mengajar murid yang ada di posko,” terang dia.

Sebelumnya, 19-20 Oktober lalu, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, diterjang badai angin kencang. Akibatnya, 27 rumah rusak, 19 warga mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), satu meninggal tertimpa pohon, jaringan listrik mati, ribuan warga dievakuasi ke lokasi penampungan. Akibatnya, Desa Sumber Brantas lumpuh. Akses utama Batu-Mojokerto lewat cangar juga ditutup.

Pewarta : nr3, nr1, nr
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan