Kesenian Rampak ala SMPN 17 Malang

MALANG KOTA – Jenis ekstrakurikuler ini mungkin tidak banyak diberlakukan di sekolah-sekolah lain. Namun, SMPN 17 Malang dengan percaya diri mengadakannya. Ekstrakurikuler (ekskul) yang dimaksud yakni kesenian rampak.

Kepala SMPN 17 Kota Malang Drs H Musthafa MPdI menjelaskan bila kegiatan ekskul tersebut sebenarnya sudah ada sejak Agustus 2018 lalu. Namun, latihannya baru intens digelar sejak Agustus tahun ini.

”Upaya kami hanya mewadahi berupa latihan rutin,” terang dia. Karena dibuat untuk kegiatan ekstrakurikuler, kesenian rampak barong di SMPN 17 Malang lebih fokus pada kreasi koreografi dan narasi.

”Rampak di sekolah kami murni untuk pendidikan dan pembelajaran saja, sehingga kami tidak akan membuat siswa kami kesurupan,” sambung Musthafa sembari tersenyum.

Buah dari adanya kegiatan tersebut kini turut dirasakan pihak sekolah. Siswa-siswi SMPN 17 Malang saat ini kerap mendapat undangan untuk tampil. Seperti yang mereka lakukan saat acara perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Mei lalu.

”Sering juga diundang ke berbagai acara lain, Seperti undangan dari acara dinas pendidikan, penyambutan, kadang juga pawai kecamatan di lingkungan sekolah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Elis Agus Cahyani, pembina ekskul Rampak Barong di sana, menyebut bila kegiatan itu dinamakan dengan ekskul Rambadance. Rambadance sendiri memiliki arti gabungan dari ekskul seni tari dan kesenian rampak barong.

Latihan biasanya digelar tiap hari Jumat pukul 15.00. Ada sekitar 30–40 pelajar di sana yang mengikuti ekskul tersebut. ”Rampak biasanya kan terkesan mistis, makanya kami mau pakai rampak yang beda dan lain,” terang Elis.

Dia juga menyebut ada sejumlah kisah yang sengaja ditunjuk untuk mengiringi kesenian rampak barong. Salah satunya yakni kisah percintaan Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji.

”Saya sudah mencoba mempelajari beberapa kisah legenda lokal untuk diangkat dalam rampak. Salah satunya ya kisah Dewi Sekartaji itu,” tutupnya.

Pewarta : Eri
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya