Keren, Napi Lapas Kelas 1 Lowokwaru Produksi Kaus

MALANG KOTA – Secara fisik, narapidana atau WB (warga binaan) Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas 1 Lowokwaru memang terpenjara. Tapi tidak dengan kreativitas mereka.

Napi Lapas Kelas 1 Lowokwaru diberi kebebasan untuk berkarya. Seperti yang dilakukan komunitas pegiat seni lapas, Makaryoman.

Komunitas yang lahir di bulan April 2018 lalu tersebut memproduksi dan menjual kaus sablon cukil dan gelang polyester.

Untuk bahan baku, mereka biasa meminta bantuan petugas lapas. “Untuk memasarkannya, kami memanfaatkan teman dan keluarga yang berkunjung ke sini. Kami meminta mereka untuk upload produk lewat media sosial,” kata kordinator Makaryoman Afif Rifqi.

Sejauh ini, hasilnya menggembirakan. Makaryoman rata-rata memproduksi 5-10 kaus per hari. Harga satuannya Rp 100 ribu. “Kadan bisa sampai 35 kaus,” kata dia.

“Tapi kadang bisa juga lebih kalau ada yang mesen banyak bisa sampai 35 kaus atau gelang gitu. Tapi rata-rata 5 sampai 10,” tuturnya.

Dengan orderan tersebut, kata Afif, ia dan teman-teman lapasnya bisa mandiri untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum, dan rokok.

“Alhamdulilah bisa beli rokok, makanan, dan minuman di lapas ini. Jadi gak membebani keluarga,” ujarnya.

Bahkan, ketika nanti menghirup udara bebas, Makaryoman bisa lanjut terus. “Jadi kami ingin membuktikan bahwa setelah dari lapas, kami bisa tetap menghasilkan uang,” kata Afif yang dikenai hukuman empat tahun penjara itu.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor : Indra M