Keren, Dosen ITN Ciptakan Aplikasi Pemantau Kawasan

Kini, untuk memantau sebuah kawasan, tidak perlu lagi datang langsung. Sebab, sudah ada aplikasi yang bisa digunakan untuk memantau kawasan lewat smartphone.

MALANG KOTA – Kini, untuk memantau sebuah kawasan, tidak perlu lagi datang langsung. Sebab, sudah ada aplikasi yang bisa digunakan untuk memantau kawasan lewat smartphone.

Aplikasi tersebut bernama Ur Watch yang diciptakan oleh dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Aplikasi yang diciptakan Mohammad Reza ST MURP itu juga berfungsi untuk mengendalikan alih fungsi tata ruang.

Aplikasi tersebut sangat berguna bagi para pengembang yang akan membangun hunian di suatu daerah. Menurut Reza, Ur Watch merupakan aplikasi pengendalian dan pemanfaatan tata ruang berbasis Android.

”Aplikasi tersebut bisa digunakan untuk melihat pemukiman dan kondisi bangunan di suatu wilayah,” kata dia.

Dia menyatakan, masyarakat juga bisa memanfaatkan aplikasi itu dengan cara mengunduh di Play Store. Namun, untuk bisa diunduh, Reza menyampaikan, baru dapat dilakukan setelah lebaran. Sebab, saat ini, aplikasi tersebut terus diujicobakan.

Lantas, bagaimana cara kerjanya?

Menurut dia, ketika pengguna mengetahui ada bangunan yang tidak seharusnya berada di suatu lokasi tertentu, mereka bisa mem-posting-nya dan akan mendapat respons dari pemerintah. ”Mereka bisa men-submit di halaman lapor user yang ada di aplikasi tersebut.

Selanjutnya, akan mendapat respons dari pemerintah yang bersangkutan,” ujarnya pada saat acara pre launching aplikasi Ur Watch di ITN kemarin (8/5).

Reza menambahkan, aplikasi itu akan terkoneksi dengan Google Maps sehingga memudahkan pengguna untuk melihat kondisi riil dari lokasi yang ingin dilihat.

Dalam pengoperasiannya, Reza juga bekerja sama dengan dinas cipta karya dan tata ruang serta Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) atau yang dulunya bernama badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda).

Data yang diterapkan pada aplikasi tersebut didapatkan langsung dari pemerintah daerah. Reza pun mengklaim, data yang ada pada aplikasi ini telah dilindungi oleh peraturan daerah (perda).

Pasalnya, data tersebut telah di-perda-kan sehingga tidak terbantahkan lagi.
Pemerintah pun juga bisa meng-update data bila ada perubahan tata ruang.

Reza mengungkapkan, sebenarnya background pembuatan aplikasi itu berasal dari cerita mantan bupati Bogor yang tersandung kasus penyalahgunaan fungsi lahan.

”Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa tahu. Bahkan, bisa turut mengendalikan alih fungsi,” ujarnya.

Menurut dia, ITN juga menggandeng seluruh kabupaten dan kota agar bisa masuk dalam aplikasi ini. Sebab, selama ini masyarakat tidak mempunyai akses pengendali tata ruang.

Oleh karena itu, dengan munculnya aplikasi ini, masyarakat bisa lebih mudah memantau perkembangan suatu wilayah.

Aplikasi tersebut juga akan bermitra dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Dia membeberkan, tujuannya agar lebih cepat menjangkau dan mengakses seluruh kabupaten atau kota di Indonesia.

Pewarta: Fisca Tanjung
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Bayu Eka