Keren Banget Maket Sekolah Karya SIswa SMPN 24 Kota Malang Ini, Lihat Tuh

MALANG KOTA – Inilah cara yang dipilih pengelola SMPK Marsudisiwi agar para siswanya kreatif. Mengajari anak didiknya membuat karya bermanfaat tanpa mengeluarkan banyak biaya. Yakni, dengan memanfaatkan barang bekas. Mulai bikin pot, bikin pupuk, hingga kerajinan. Semua bahannya berasal dari lingkungan sekolah sendiri. Mulai bekas botol minuman, kaleng maupun bahan yang tersisa. Termasuk daun kering juga diolah menjadi pupuk. Kreasi para siswa itu kemarin (20/9) dipamerkan ke tim juri Green School Festival (GSF).

Kepala SMPK Marsudisiwi Yemi Maria Bouk menyampaikan, di sekolahnya memang berprinsip bagaimana semua inovasi yang dilakukannya tidak memerlukan banyak biaya. Mulai dari tempat tanaman, pupuk, dan lain-lainnya bisa dibuat dari dalam sekolahnya. Salah satunya, tanaman sayuran sawi Jepang hidroponik yang biasanya dari paralon dibuat dari botol bekas. ”Rata-rata kan pakai paralon untuk tempatnya. Nah, kami menggunakan botol bekas dari minuman. Daripada tidak terpakai, mending dimanfaatkan,” ujarnya.

Selain itu, untuk pupuk tanamannya pun dari sampah pupuk organik di sekolahnya. Baik yang pupuk kering maupun penyiramannya. Jadi, semua inovasi-inovasi lingkungan di sekolahnya tidak ada yang memerlukan biaya besar. ”Semua yang terbuang di sekolah, kami jadikan bermanfaat buat sekolah,” imbuhnya.

Sekolah yang beralamat di Jalan Candi Kalasan 10, Blimbing, Kota Malang, itu juga mengajari siswanya berwirausaha. Ketika sayuran dari inovasi lingkungannya itu sudah dipanen, dia memberikan tugas kepada siswanya untuk menjual hasilnya itu. ”Terserah siswa mau dijual ke mana. Kami hanya memberi mereka tugas. Tapi, hasilnya nanti juga akan dibelikan bibit tanaman itu lagi,” ucap kasek sejak 2014 itu.

Kreativitas juga ditunjukkan para siswa di SMPN 24. Beberapa tembok sekolah dijadikan media tanaman. Berbagai tanaman pun tumbuh indah di pot-pot yang berjejer rapi. Selain itu, ada juga mural-mural lingkungan yang membuat temboknya semakin enak dilihat.



Kepala SMPN 24 Kota Malang Yeti Muryaningsih menyampaikan bahwa salah satu inovasi di sekolahnya itu berupa pembuatan pupuk kompos dari sampah di sekolahnya. Dari kompos itulah, semua tanaman-tanaman di sekolahnya tumbuh subur. ”Daripada sampah dibuang dan dibakar kan kurang enak. Lebih baik dimanfaatkan untuk lingkungan,” ujarnya.

Pewarta: Moh. Badar Rizqulloh
Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Abdul Muntholib