Kerap Intip saat Mandi di Sungai, Bapak Tega Cabuli Anak Kandungnya

KEPANJEN – Langkah ML, pria warga Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, gontai kala digelandang Satreskrim Polres Malang, Rabu petang (14/11).

Sebab, ML terancam hukuman 20 tahun penjara atas pencabulan yang ia lakukan. Mirisnya, pencabulan itu dia lakukan terhadap buah hatinya sendiri yang masih berusia 16 tahun.

“Ketertarikan pelaku ini bermula saat dia sering melihat anaknya mandi di sungai. Juga sering melihat anaknya yang ganti baju di rumah,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo saat merilis tersangka di halaman Satreskrim Polres Malang, Kepanjen.

Pikiran kotor ML pun muncul. ML berdalih perbuatan cabul itu ia lakukan lantaran ingin mengetahui tingkat rangsangan pada anak wanita satu-satunya tersebut.

Tersangka yang mengaku bekerja serabutan itu tega “menggarap” darah dagingnya sendiri.

Ketika di rumah, dia mencoba meraba hingga mencium beberapa bagian sensitif korban saat dia sedang tidur.

“Saya cuma ingin melihat daya rangsang anak saya saja,” simpulnya saat diinterogasi tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang. Pengakuan tersangka ini pun tak langsung dilahap mentah-mentah oleh tim UPPA.

Saat didalami ternyata itu hanyalah alibi korban. “Perbuatan tersangka itu jelas salah besar, padahal di rumah sepetak itu juga ada istrinya. Hal ini dilakukannya saat korban sedang tidur,” tambah Andaru.

Mawar (bukan nama sebenarnya) bukannya tidak ketakutan. Selama ada ayahnya, hari-harinya bak neraka.

Dia tak berani berbicara bahkan berontak lantaran ayahnya yang memang dikenal temperamen.

“Korban ini takut karena sering lihat ayahnya marah ke ibunya,” tukas mantan Kasat Reskrim Polres Gresik itu.

Mirisnya, tersangka juga sempat ingin menyetubuhi korban. Namun saat itu, ML gagal ereksi. Perbuatan itu pun diurungkannya. Sampai, delik perkara ini terbongkar pada Oktober 2019 lalu.

“Korban akhirnya cerita kepada ibunya tentang kelakuan ayahnya. Dari sana ibunya lapor ke perangkat desa dan diteruskan ke kami (kepolisian),” tutup Andaru. Tersangka pun diringkus Satrekrim Polres Malang pada Selasa (5/11).

ML dijerat pasal 82 ayat (1) dan (2) jo pasal 76E nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumnya bertambah akibat perbuatan tersangka dia lakukan ke anaknya sendiri.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor:Indra M