Kepercayaan Sapta Darma Tak Lagi Dompleng Agama Lain Sinergi Jawa Pos

Mereka tak lagi harus dompleng salah satu agama tertentu. Sebab, dalam waktu dekat, aliran kepercayaan yang dianutnya bisa masuk dalam kolom agama kartu tanda penduduk (KTP) maupun kartu keluarga (KK).

”Ini (putusan MK) seakan menjadi sejarah bagi kami penganut aliran kepercayaan,” ungkap Tarimin, 70, Tuntunan Kerohanian Sapta Darma, saat ditemui di Sanggar Candi Budoyo, Dusun Setoyo, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Sebab, selama ini warga penghayat kepercayaan tersebut seolah belum mendapat pengakuan pemerintah terkait hak pencatatan identitas kependudukan mereka. Oleh karena itu, mereka pilih ”aman” dengan mengisi kolom agama di e-KTP dan KK menggunakan salah satu agama yang diakui dalam undang-undang. Meski secara keyakinan, mereka tetap mempercayai adanya satu Tuhan yang diyakininya.

Menurutnya, keputusan itu tentu sangat beralasan. Sebab, jika tidak, dia khawatir akan tersandung masalah ketika mengurus keperluan administrasi. Seperti keperluan pendaftaran sekolah, melamar pekerjaan, maupun untuk pencatatan data pernikahan sesama penganut aliran kepercayaan. ”Jadi, semua warga (jamaah) masih dompleng agama tertentu,” terangnya. 

(mj/ram/ris/JPR)