Kepala Puskesmas Janti: Cuci Sayur dan Buah Bisa Cegah Cacingan -Tifus

Petugas Puskesmas Janti Kota Malang menunjukkan sayur dan buah yang sehat

KOTA MALANG – Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) salah satunya adalah anjuran rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang sendiri menganjurkan konsumsi sayur 1-2 porsi sayur setiap harinya, satu porsi yakni 1 mangkuk. Sedangkan buah lebih baik dikonsumsi 2-3 kali sehari.

Namun tahukah Anda, cara mencuci buah dan sayur yang tidak benar justru dapat membuat Anda yang mengkonsumsi buah dan sayur malah terserang penyakit seperti diare, tifus, cacingan, hingga hepatitis A. Sebab sebelum ke tangan Anda pastinya sayur dan buah diambil dari ladang maupun gudang yang tidak higienis.

Kepala UPT Puskesmas Janti, Endang Listyowati, S.Kep.Ns, MM.Kes. membenarkan bahwa jika cara mencuci buah dan sayur salah maka bukan vitamin dan serat yang akan didapat, namun justru bakteri. “Pernah lihat di Pasar Gadang itu orang-orang cuci pakai air sungai. Ini kan nggak sehat, maka dari itu sampai rumah cara cucinya harus benar,” terang Endang.

Mencuci buah dan sayur yang benar adalah sebelum di potong. Saat kondisinya masih utuh, cuci buah dan sayur dibawah air yang mengalir. “Jangan dipotong baru dicuci, itu nanti bakterinya kan malah masuk,” sambungnya. Jika memungkinkan dan telaten, usahakan untuk mencuci sayuran yang berbentuk daun-daun satu persatu atau perlembar.

Di wilayah UPT Puskesmas Janti sendiri, sosialisasi mencuci sayur dan buah yang benar ini telah dilakukan di 71 Posyandu. Diantaranya Kelurahan Bandungerjosari hingga Ngaglik. Para ibu rumah tangga dibina agar tidak kecolongan dan menyebabkan anggota keluarganya sakit.

“Sejak tahun 2017 itu sudah kita lakukan sosialisasi satu persatu di 71 Posyandu. Kalau kapannya ya nyebar pokoknya di rentang waktu 3 tahun itu sudah kita bina 71 posyandu,” tukasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu