Kepala BPKAD Makassar Terjerat Dugaan Korupsi

JawaPos.com – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Erwin Syafruddin Hayya menjadi tersangka. Dia terjerat kasus dugaan korupsi pemotongan anggaran sosialisasi atau penyuluhan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kecamatan se-Kota Makassar sebesar Rp 70.049.999.00 pada 2017.

Direktur Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri Kombes Pol Erwanto Kurniadi mengungkapkan, tersangka memiliki peran besar dalam perkara tersebut. Erwin diduga memerintahkan Kabid Anggaran BPKAD untuk melakukan pemotongan 30 persen dari anggaran kegiatan sosialisasi atau penyuluhan kepada Kasubag Renkeu.

Sesuai perintah tersangka, Kasubag Renkeu kemudian mengurangi jumlah peserta sosialisasi, belanja alat tulis kantor (ATK), hingga konsumsi berupa makan dan minum peserta. “Laporan pertanggungjawaban (LPJ) tidak sesuai dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) kegiatan,” jelas Erwanto dalam keterangan resmi yang diterima JawaPos.com, Kamis (13/9).

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini sebesar Rp 20.475.000.00. Besaran itu setara dengan pemotongan sebesar 30 persen fee kegiatan.



Erwin sendiri ditetapkan tersangka pada Rabu (13/9) kemarin. Penetapan tersangka setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 86 saksi. Termasuk 11 anggota DPRD kota Makassar dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

Tim penyidik juga menyita barang bukti berupa dokumen kegiatan. Sebelumnya, kasus ini ditangani tim Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel awal Juli 2018. Dalam perjalannnya, kasus kemudian diambil alih Bareskrim Mabes Polri.

(rul/JPC)