Kenapa Ya, di Kabupaten Malang Banyak Remaja Tergiur Seks

MALANG – Belum usai kasus 6 remaja yang mencabuli bocah berusia 11 tahun, satu kasus lagi mencuat di Kabupaten Malang. Kali ini di wilayah Sumberpucung. M, seorang guru asal Jalan Rambutan, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang melaporkan tiga orang ABG ke Polsek Sumberpucung. Mereka diduga melakukan hal tak senonoh kepada anaknya sendiri yang masih berstatus pelajar.

Mawar (bukan nama sebenarnya) juga sangat belia. Empat belas tahun masih usianya. Di usianya yang masih belia ini, ia dilaporkan dicabuli oleh tiga orang yang usianya juga bisa dibilang masih ABG.

“Hari Jumat, (19/7) kemarin dapat laporan dari Polsek Sumberpucung yang menerima laporan tentang persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, yang kemudian dilimpahkan ke kita,” ujar Kepala Unit Perlingdungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana

Tiga orang pelaku tersebut adalah MY alias G, 19 tahun, FBS, 16 tahun, dan YPB, yang juga berusia 16 tahun saat ditangkap. Ketiganya adalah pemuda asal Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Laporan dari Unit Reskrim Polsek Sumberpucung, ketiga pemuda ini yang diduga sebagai pelaku persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap Mawar. “Hasil interogasi diketahui bahwa pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban di 2 TKP,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Tempat Kejadian Perkara yang diduga digunakan pelaku sebagai lokasi pelecehan tersebut adalah berada di Areal Bendungan Lahor Desa Karangkates dan Jalan Nusantara Dusun Suko Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

“Pelaku beserta barang bukti sudah ada di UPPA Polres dan selanjutnya sedang dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” tandas Ainun

Perbuatan Persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak yang dilakukan pelaku ini pun bisa dikenai sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Jo. Pasal 76D dan Pasal 82 Jo Pasal 76E UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Humas Polres Malang