Kenalkan Tradisi Santri, Kembangkan Pesantren Center

GONDANGLEGI – Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam adalah perguruan tinggi agama Islam di Malang yang berbasis pesantren. Tak heran jika tradisi kehidupan pesantren itu mengantarkan perguruan tinggi Islam ini untuk mengembangkan Pesantren Center.

Secara khusus, pada Mei 2017, Rabithah Ma’had Islami Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Malang yang menjadi wadah pesantren NU menggandeng IAI Al-Qolam untuk membentuk Pesantren Center. Nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pembentukan ditandatangani Rektor IAI Al-Qolam Dr Mohammad Adib dengan Ketua RMI H. Abu Yazid MA. ”Pesantren Center secara resmi kami luncurkan awal 2018,” ungkap Adib.

Dia menjelaskan, Pesantren Center ini menjadi pusat informasi, pengembangan dan riset serta kajian tentang pesantren. ”Pesantren adalah warisan unggul leluhur yang terbukti selalu relevan dengan segala zaman,” kata dia. ”Karena itu perlu ada wadah untuk memperkuat peran yang telah dijalankan pesantren selama ini,” sambung doktor Hukum Islam UIN Sunan Kalijaga itu. Bahkan, menurut dia, Pesantren Center hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Sementara itu, Humas IAI Al-Qolam Ahmad Atho’ Lukman Hakim SAg MSc  yang ditemui secara terpisah menegaskan, program utama Pesantren Center adalah membangun pusat data tentang pesantren di Kabupaten Malang. Harapannya, dapat digunakan semua pihak, baik negara maupun masyarakat, sebagai bahan kajian atau pengambilan kebijakan terkait pesantren. Program yang sedang berjalan adalah kajian tentang sistem pengetahuan pesantren yang diselenggarakan sebulan sekali. ”Harapan konkretnya, muncul terobosan baru dalam mengenalkan moderasi Islam yang menjadi ciri khas kaum santri,” terangnya. ”Khususnya generasi muda di luar pesantren,” imbuh alumnus Magister UGM Jogjakarta itu. ”Apalagi hari ini (kemarin) Islam dihadapkan pada persoalan kebangsaan dan kemanusiaan yang kompleks,” tambahnya kembali.


Lebih lanjut, lembaga ini berkantor di kampus IAI Al-Qolam Gondanglegi Malang. Tepatnya sekitar 15 kilometer sebelah selatan pusat Kota Malang. Untuk menunjang kegiatan, telah disediakan satu ruang yang representatif meskipun sederhana. ”Kami melibatkan mahasiswa sebagai volunteer dari Pesantren Center,” kata Atho’.

Pelibatan mahasiswa merupakan salah satu bentuk pembelajaran sejak dini kepada mahasiswa untuk lebih mengenal tradisi luhur pesantren. Harapannya di tahun-tahun berikutnya, Pesantren Center menjadi lembaga unggul dalam pengabdian dan pengembangan pesantren. ”Itu sumbangsih yang luar biasa untuk peradaban bangsa,” tukas Atho’ menutup pembicaraan.

 

Penyunting: Neny Fitrin
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono