Kenalkan, Ini Udeng Arjuna, Udengnya Wong Mbatu

KOTA BATU – Motifnya cantik dengan corak batik Bantengan. Banyak lipatan yang terlihat namun terasa nyaman saat digunakan.Di bagian belakangnya terdapat Trihitakarana (kain berbentuk segitiga) yang merupakan penggambaran Gunung Arjuna.

Itulah deskripsi singkat mengenai Udeng Sima Bhawana yang juga akrab disebut Udeng Arjuna. Hari Kamis (16/5/2019) Dinas Pariwisata Kota Batu mengenalkannya sebagai udeng khas Kota Batu. Udeng ini dibuat oleh Paguyuban Sangga Braja, sebuah komunitas pecinta pusaka Indonesia yang didirikan tahun 2015.

“Udeng ini akan menjadi salah satu identitas masyarakat Kota Batu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono.

Tidak hanya menarik dilihat, Udeng Sima Bhawana ini memiliki filosofi yang menggambarkan kekayaan alam Kota Batu. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan daerah.

Setelah melalui diskusi panjang penuh pertimbangan, Udeng khas Kota Batu akhirnya terbagi menjadi dua jenis. Pertama, udeng atas kepala terbuka diperuntukkan bagi anak laki-laki hingga dewasa yang belum menikah. Kedua, udeng yang menggunakan model tutup liwet atau bagian atas tertutup yang diperuntukkan bagi laki-laki yang sudah menikah atau sesepuh.

Di bawah kain segitiga ini, terdapat dua buah tali yang menjulur yang menandakan proses kelahiran akan menemui akhir hayat. Tali ini biasanya diikat dan salah satu sisinya menjulang naik merupakan perlambang pengingat Tuhan Yang Maha Esa. Sisi kiri Udeng menggambarkan deretan tebing, sementara sisi Kanan Udeng menggambarkan deretan Gunung Welirang, Gunung Biru dan paling depan Gunung Panderman.

“Tidak bisa dipungkiri akan ada kreasi Udeng Batu yang bermunculan. Tapi itu bukan masalah, bisa jadi malah menambah kekayaan budaya di Kota Batu,” lanjut Imam.

Udeng ini biasa digunakan dengan gaya berpakaian kesatuan beskap terbuka celana angkong dengan sembong. “Dengan memakai udeng ini merupakan penggambaran orang yang tampan dan ksatria. Nantinya Udeng ini akan digunakan oleh pegawai Dinas Pariwisata setiap hari Rabu,” tutupnya.

Pewarta: Zulfa
Foto: Miftahul Huda
Penyunting: Fia