Kenalkan Anak Milenial lewat Dolanan Tradisional

SINGOSARI – Minimnya ruang berekspresi anak terhadap permainan tradisional, menjadi keprihatinan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang. Mereka tergerak untuk menggemakan semangat permainan tradisional di tengah gempuran digitalisasi. Melalui ajang festival dan lomba dolanan tradisional inilah, puluhan anak-anak mulai dari usia 5 tahun hingga 12 tahun, bisa mengenal permainan tradisional.

Ketua Kelompok 05 KKM UIN Malang Mohammad Rifqi Riza Pahlevy menjelaskan, acara tersebut terlaksana berkat kerja sama dengan para remaja Karang Taruna Dusun Losawi Desa Tanjung Tirto Kecamatan Singosari.

”Acara ini yang ketiga kalinya. Festival dolanan tradisional ini untuk merefleksi anak-anak agar sejenak terlepas dari peran gadget,” katanya.

Sedikitnya, ada 50 peserta yang terdiri dari siswa PAUD hingga TK. Mereka nampak antusias mengikuti lomba sejak pukul 07.00 pagi. Aneka permainan seperti egrang, gobak sodor, engklek, dan juga dakon menjadi permainan favorit para anak-anak tersebut.

”Banyak yang gak tahu permainan tradisional, mungkin karena era kita beda. Namun antusias mereka luar biasa,” imbuh mahasiswa fakultas sains dan teknologi tersebut.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, bukan hanya permainan tradisional saja yang disuguhkan. Beberapa miniatur truk yang lucu dan menggemaskan juga menjadi daya tarik para pengunjung yang didominasi kalangan anak-anak tersebut.

”Kalau tahun kemarin hanya antardesa. Nah, tahun ini festival diikuti kalangan pelajar anak se-Malang Raya. Selama dua hari ini, para anak tidak dibolehkan pegang gadget,” tutupnya.

Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Rifqi Riza