Kenalan dengan Wake Up, Iris! Guest Star Pembuka PSCS 2019

 

Violin, gitar, tambourine, kickdrum dan vokal dihajar hanya oleh dua personel. Yup, musisi duo asal Malang multitalenta itu adalah Wake Up, Iris!. Dimulai pada tahun 2015, grup musik yang terdiri dari Vania Marisca (vokal dan violin) dan Bie Paksi (Gitar, tambourine, kickdrum, vokal) ini lebih dikenal dengan aliran musik folk-nya.

“Namun kami tidak membatasi diri dalam berkarya untuk masuk ke suatu genre. Kami lebih mengikuti intuisi dan perasaan dalam berkarya,” ujar Vania. Selama 4 tahun berlayar di dunia musik as a couple musician, banyak panggung yang berkesan di benak mereka. Tak luput, karya spesial yang dituangkan dalam album perdana mereka, AUREOLE, 2018 lalu juga turut mewarnai perjalanan musiknya.

Perjalanan Wake Up, Iris!

Tahun pertama dan kedua Wake Up, Iris! bermusik dipenuhi dengan manggung di festival-festival musik di Malang dan Surabaya, seperti Folk Music Festival dan Soundrenaline. Sedangkan, di tahun 2017, duo ini mulai merilis lagu dan video Live Forest Session bertajuk Rain’s Tale di YouTube dan membawakannya di berbagai panggung di pelosok negeri. Mulai dari Musik Hutan Makassar, hingga Soundrenaline Bali.



Wake Up, Iris! started to step up their game on 2018! Di awal tahun, album debut “AUREOLE” dirilis dengan menyuguhkan 7 lagu berbahasa inggris. Disusul dengan kesempatan emas mewakili Indonesia tampil di SXSW 2018, Texas, USA dan Zandari Festa Music Conference and Festival 2018 di Seoul, Korea Selatan masih di tahun yang sama. Melanglang buana di kancah internasional, Wake Up, Iris! masih akan tetap sering manggung di Bhumi Arema. Yang terdekat, 27 September di panggung PSCS 2019, festival musik gelaran SMAN 3 Malang.

Wake Up, Iris!, Musik dan Lingkungan

Musik bukan hanya menjadi media berkarya bagi Wake Up, Iris!, tapi juga jadi tempat untuk menjembatani pikiran dan perasaan mereka. Bagi Bie dan Vania, musik sudah seperti hal yang sangat personal. “Dalam bermusik, kami ingin menceritakan manusia dan hubungannya dengan semesta,” ungkap Vania.

Album perdananya, AUREOLE, yang meliputi lagu-lagu Gokotta, Metanoia, Iridescence dan Nefelibata ini memiliki benang merah yang sama. Manusia, alam semesta dan lingkungan. “Setiap karya memiliki keterkaitan dengan alam, karena kami berpendapat apa yang manusia perbuat itu juga akan berimbas ke alam sekitarnya,” ujarnya. Kesadaran duo musisi ini akan kebutuhan manusia bergantung pada Bumi lebih dari Bumi membutuhkan manusia menjadi semacam wake up call.

“Kami hanya menyadari bahwa kami, manusia, yang butuh sokongan alam raya untuk dapat hidup dan beraktifitas, sehingga menjaga alam adalah menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri,” tandas Vania. Alam juga selalu ada untuk mereka ketika membutuhkan inspirasi. “Kami menyerap energi sekitar kami, mengendapkannya dan menyanyikannya menjadi sebuah karya. Langit, Gunung, aliran sungai, suara gesekan daun, deru berisik jalanan, suara burung di pagi dan sore hari bahkan manusia itu sendiri adalah inspirasi kami,” imbuhnya. Bak sepatu kanan dan kiri, musik Wake Up, Iris! dan alam sudah jadi pasangan yang jalan beriringan.

Penulis: Ananda Triana
Foto: Dokumen Wake Up, Iris!

Editor : Indra M