Kemeristekdikti Sebar Ancaman ke Kampus-kampus, Begini Isinya

MALANG KOTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tak mau menoleransi perguruan tinggi yang lalai dalam melaporkan progres hibah penelitian. Kemenristekdikti mengancam tidak akan memberi anggaran lagi bagi perguruan tinggi yang tidak melaporkan. Ancaman lainnya adalah, akreditasi kampus tersebut terancam tidak bisa naik.

Hal tersebut disampaikan Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Ir Ira Nurhayati Djarot MSc PhD dalam acara di Hotel Savana, Kota Malang, Rabu (26/9). ”Jadi, kalau terlambat tidak melaporkan progres hibah, kampus tidak bisa dapat hibah penelitian di tahun berikutnya,” kata perempuan yang akrab disapa Ira ini.

Untuk mempercepat laporan penelitian itu, Kemenristekdikti sudah membuat dua aplikasi. Pertama, melalui aplikasi Sinta, kampus wajib melaporkan progres hibah penelitian. Kedua, setelah jurnal dilaporkan, akan diakreditasi melalui aplikasi lain bernama Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional). Nah, di aplikasi Arjuna inilah, jurnal diranking dari yang terbaik hingga yang terendah.

Sementara itu, di sisi lain, kampus juga mengeluhkan indikator penelitian jurnal di web Kemenristekdikti yang hanya cocok untuk penelitian sains dan teknik. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ma Chung Kestrilia Rega P. MSi.

Menurut dia, di dalam aplikasi Sinta dan Arjuna, ada istilah indikator tahap kesiapan teknologi (TKT). TKT ini menilai seberapa besar teknologi yang diterapkan dalam sebuah penelitian. Semakin cocok TKT dengan isi jurnal, maka kesempatan mendapatkan hibah juga besar.



”Ada sembilan indikator TKT. Jadi jurnal itu harus melewati tahap demi tahap indikator TKT,” ucap Kestrilia.

Namun, untuk penelitian bidang sosial humaniora, karena sifatnya dinamis, terkadang ada beberapa penelitian yang tidak sesuai indikator. ”Beberapa penelitian ada yang dimulai dari TKT level 1 loncat ke level 9 tanpa melalui level 2–8. Kan jadi tidak sesuai ketentuan tolok ukur TKT,” keluhnya.

Terkait hal tersebut, Ira Nurhayati mengeluhkan ada banyak kritikan bagi Kemenristekdikti terkait pengukuran TKT bidang sosial humaniora.

”Tahun depan akan dibenahi sistem TKT untuk sosial humaniora,” kata perempuan berhijab ini. Tetapi, sembari menunggu perbaikan sistem, dia meminta semua kampus tetap melaporkan progres penelitian bidang sosial humaniora.

Pewarta : Sandra Desi
Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Irham Thoriq