Kementerian Kominfo Dorong Mahasiswa Paham Cyber Crime

MALANG KOTA – Kementerian Kominfo terus mendorong para mahasiswa untuk paham cyber crime (kejahatan dunia maya). Itulah yang disampaikan oleh Kepala Subdit Penyidikan dan Penindakan Kementerian Kominfo Teguh Arifiyadi SH MH CEH CHFI yang hadir dalam kuliah tamu di vokasi UB, Rabu, (15/5).

Dia menjelaskan jika peningkatan cyber crime seperti bajing loncat. Tahun 2016 ada 6.300 kasus, dan di tahun 2017 ada 60 ribu kasus yang terlaporkan. “Ini perlu diwaspadai, jika cyber crime bukan hanya perkara pencemaran nama baik atau penipuan online shop. Data tersebut membuktikan jika variasi kejahatan di dunia maya tidak bisa diukur secara bertahap dan makin bervariatif motifnya,” ujarnya.

Tingginya penggunaan internet lanjut dia, tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang cyber crime. Mahasiswa dinilai sebatas tahu akan arti cyber crime, namun belum memahami detilnya. Ia menambahkan, jika tren kejahatan cyber crime saat ini yakni scammer. Trik penipuan melalui internet, dengan pengirim mendapat keuntungan tersendiri.

“Scammer itu populer gara-gara bank, padahal sejak lama kejahatan seperti ini muncul. Yang awalnya facebook dengan aplikasi chatting messenger. Berkenalan, meminta foto, pelakunya membuat foto di edit macam- macam, bahkan untuk mengancam melalui media ini. Sekarang berkembang hingga penipuan melalui data bank,” imbuh Teguh.


Kejahatan cyber crime bisa diakali dengan tes forensik data. Hal itu dengan melihatnya melalui metadata oleh ahli IT yang membongkar algoritma foto. “Jika mahasiswa yang berkecimpung di dunia IT mau mempelajari digital forensic, maka hal tersebut bisa diakali. Dengan begitu, bisa dilihat foto diedit menggunakan aplikasi apa, diambil kapan, dan diupload kapan,” paparnya.

Namun, sangat disayangkan di Indonesia belum ada yang membuka jurusan terkait digital forensik. Ia berharap kedepannya banyak kampus yang bisa terfokus dengan adanya digital forensik. Karena bisa sangat dibutuhkan instansi pemerintah maupun swasta untuk menjaga keamanan dan pengawasan web.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Arifina