Kementan Siapkan Perumusan dan Harmonisasi Standar Indo-Gap

JawaPos.com – Perkembangan era globalisasi dan teknologi mendorong persaingan produk hortikultura semakin kuat saat ini. Untuk itu, diperlukan penerapan standar mutu sehingga produk hortikultura yang dihasilkan punya daya saing.

Langkah ini bisa ditempuh melalui teknik budidaya yang baik dan benar, penanganan pasca panen, pengolahan, distribusi yang baik hingga produk sampai ke tangan konsumen. Penerapan standar mutu yang dilakukan secara holistik akan mendorong potensi produk hortikultura mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman mengarahkan agar ekspor komoditas pertanian bisa menembus 200 persen. Untuk memenuhi target itu, Direktorat Jenderal Hortikultura menyiapkan beberapa langkah strategis melalui penerapan sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi dan standardisasi produk hasil pertanian dari hulu (on farm) ke hilir (off farm).

Salah satunya, dengan menerapkan perumusan dan harmonisasi standar GAP, yaitu dengan mengharmonisasikan standar GAP Indonesia 100 persen sesuai dengan standar ASEAN-GAP.



Saat ini, Indonesia telah memiliki Indo GAP sesuai dengan Permentan Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur yang Baik (Good Agricultural Practices for Fruit and Vegetable) dan Permentan Nomor 62 tahun 2010 tentang Tata Cara Penerapan dan Registrasi Kebun atau Lahan Usaha Dalam Budidya Buah dan Sayur Yang Baik. Namun, berdasarkan assessment negara anggota ASEAN lain (Kamboja dan Malaysia) yang dilakukan pada tahun 2017, Indo-GAP baru align 44 persen dengan standar ASEAN. Untuk itu, perlu adanya harmonisasi agar Indo-GAP dapat 100% diterima (align) dengan standar ASEAN GAP.

ASEAN-GAP terdiri dari 4 modul, yaitu Food Safety Module, Produce Quality Module, Worker Health, Safety and Welfare Module, dan Environmental Management Module. Berdasarkan hasil pertemuan sebelumnya, Indonesia akan menyatukan dan mengadopsi ke-empat modul standar ASEAN GAP tersebut dengan menyesuaikan kondisi di Indonesia.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik, menyambut baik rencana pertemuan perumusan dan harmonisasi Standar GAP yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 dengan melibatkan pakar, praktisi dan tim GAP dari Sekretariat Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Perbenihan Hortikultura, Direktorat Perlindungan Hortikultura dan Badan Ketahanan Pangan Kementan.

“Dengan sejalannya standar Indo GAP dengan ASEAN GAP diharapkan produk hortikultura Indonesia mampu berdaya saing dan ekspor produk hortikultura semakin meningkat baik di lingkup negara ASEAN maupun di negara tujuan ekspor lainnya,” ungkap Yasid.

Editor : Mohamad Nur Asikin