Kementan Lakukan Pendampingan, Ekspor Kubis asal Karo Makin Moncer

JawaPos.com- Komoditas kubis kembali menjadi primadona di Kabupaten Karo. Kementrian Pertanian (Kementan) melalaui Badan Badan Karantina Pertanian melepas ekspor 25 ton kubis ke Malaysia, Kamis (28/2).

Pengiriman dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Juma Berlian Exim di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo. Kubis akan dikirim ke lima negara tujuan ekspor, Taiwan, Malaysia, Jepang, Singapura dan Korea Selatan.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menjelaskan, kontainer berisi kubis itu akan keluar melalui Pelabuhan Belawan Kota Medan. Dalam dua tahun terakhir, ekspor kubis terus meningkat.

“Jumlah permintaannya semakin banyak. Kualitas kubis kita diakui dunia. Ini berkah bagi petani kita di Karo,” katanya.

Ekspor kubis sempat terhenti. Penyebabnya karena faktor erupsi Gunung Sinabung. Namun kini petani kembali bangkit.

Data Barantan menunjukkan, pada 2012 ekspor kubis sebanyak 11.747 ton. Pada 2013 jumlahnya meningkat di angka 13.133 ton. Hingga 2018, ekspor kubis berada di angka 15.228 ton.

Ali Jamil mengakui, persaingan di negara tujuan ekspor cukup ketat. Baik secara kualitas maupun harga.

“Jepang, Korea Selatan dan Singapura yang memiliki standar syarat keamanan pangan yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Memasuki 2019, Kementan mendampingi para eksportir guna memenuhi persyaratan pengeluaran. Di Berastagi,  petani kubis diajarkan untuk memitigasi Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) melalui inline inspection. Pendampingan mulai dari pernanaman, kemudian penanganan pasca panen, sampai ke pengangkutan agar sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor.

“Penerapan inline inspection Insya Allah dapat menjadi solusi untuk kembali meningkatkan volume ekspor kubis asal Sumatera Utara,” tukasnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang langsung melepas ekspor kubis mengapresiasi langkah Kementrian Pertanian. Dia juga menegaskan kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana untuk meningkatkan kualitas pertanian.

“Kita harus bersyukur Karo diberikan tanah yang subur. Kita harus memanfaatkan ini untuk memajukan pertanian, agar rakyat kita ini tetap sejahtera,” ungkapnya.

Dia pun menegaskan supaya Bupati Karo membuat kebijakan untuk petani. Paling tidak membuat koperasi agar petani tidak diakali oleh tengkulak yang memainkan harga.

Pihaknya juga sedang mengaji pembangunan cold storage untuk menyimpan hasil panen. Supaya kualitas komoditas bisa bertahan lama.

“Yang penting petani jujur. Jangan diakal-akali. Tuhan sudah memberikan yang terbaik untuk Karo. Ke depan rakyat kita makan kubis yang besar-besar,” pungkas mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Prayugo Utomo