Kemenkeu Masih Kaji Penambahan Subsidi Solar Rp 1.000 per Liter

ilsutrasi dispenser BBM di SPBU.

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Anggaran Askolani mengatakan, pihaknya masih mengkaji usulan tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dihitung lebih dalam sebelum menyetujuinya.

“Subsidi solar masih di-review. Belum ada kebijakan tepat karena masih dihitung secara komprehensif estimasi migasnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5).

Jika disetujui, lanjut Askolani, maka pihaknya akan melakukan revisi terhadap total nilai subsidi BBM dalam APBN Perubahan 2018. Subsidi BBM totalnya saat ini Rp 22 triliun.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) M Iskandar mengatakan berdasarkan formulasi, harga jual solar seharusnya adalah Rp 8.350 per liter. Perhitungannya adalah 102,38 HIP ditambah Rp 900 per liter, dikurangi subsidi pemerintah Rp 500 per liter. Namun hingga saat ini harga jual solar adalah Rp 5.150 per liter.

“Itu sudah termasuk subsidi yang ditetapkan dengan angka fix Rp 500 per liter masih ada selisih Rp 3.200 per liter,” kata Iskandar.




(ce1/hap/JPC)