Kemendikbud Simulasikan Mutasi Guru dan Kasek

Menteri Muhadjir: Semua Honorer Diangkat, Kemendikbud Bubar - JPNN.COM

MALANG RAYA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tampaknya tak main-main untuk memberlakukan aturan mutasi guru pada ajaran baru mendatang. Bahkan, Kemendikbud sudah mulai melakukan simulasi sistem kemarin.

Di mana, beberapa sekolah di Indonesia sudah dilakukan uji coba. Kemarin (29/11), di Malang Raya hanya Kota Malang yang digunakan untuk uji coba sistem mutasi pusat tersebut. Sebanyak 20 guru dan 4 kepala sekolah (kasek) di 4 lembaga pendidikan dites oleh tim pusat.

”Hari ini (kemarin) ada tim yang melakukan simulasi. Ini untuk pemetaan guru itu,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah di kantornya kemarin.

Seperti diketahui, Kemendikbud bakal menerapkan mutasi guru untuk pemerataan pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun depan. Hal ini dilakukan agar tidak ada guru kelebihan atau kekurangan jam mengajar. Sehingga, pembelajaran di sekolah bisa lebih berkualitas secara merata. Bahkan, guru yang sudah lima tahun mengajar di sebuah sekolah juga harus mau dimutasi. Salah satu tujuannya adalah agar tidak ada istilah senioritas di sebuah sekolah.


Perempuan yang akrab disapa Ida itu menambahkan, kegiatan kemarin berjalan hingga Senin (4/12) mendatang. Disdik hanya diminta untuk menyediakan guru dan kasek yang dites tersebut. ”Kami hanya diminta untuk menyediakan sekolah,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada guru dan kasek tersebut agar bisa mengikuti kegiatan dengan maksimal. Karena tidak semua daerah mempunyai kesempatan seperti halnya Kota Malang.

Nggak semua daerah bisa dapat kegiatan ini. Jadi, harus diikuti dengan serius,” ungkap mantan Kadinsos Kota Malang ini.

Sementara itu, Ika Rahmania, salah satu guru yang mengikuti kegiatan kemarin, menyatakan, ada empat hal yang diteskan kepadanya. Yaitu, revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), kompetensi dan profesional, kesejahteraan guru, serta pemetaan guru.

Sementara jumlah soalnya ada puluhan. ”Soalnya ada lima lembar. Ini harus kami kerjakan,” ungkap guru matematika SMPN 6 Malang ini.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Jawa Pos