Kemendikbud Majukan Jadwal Seleksi Masuk PTN

RADARMALANG – Mengacu jadwal semula, seleksi masuk PTN (perguruan tinggi negeri) bakal digelar Januari 2020. Namun belakangan, Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) merevisi jadwal tersebut. Seleksi PTN pun diputuskan mulai digelar Desember.

Tak hanya itu, regulasi terkait ujian tertulis berbasis komputer pun juga diubah. Jika sebelumnya peserta dapat mengambil UTBK dua kali, maka kali ini siswa hanya mendapatkan satu kali kesempatan.

Serupa dengan tahun 2019, prosedur seleksi tetap sama, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Sedangkan Ujian Mandiri (UM) diserahkan pada masing-masing pada PTN, mengingat belum tentu setiap PTN membuka jalur ini.

Diumumkan di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, seperti dilansir dari berbagai sumber (16/11), seleksi masuk PTN ini memiliki besaran kuota dari setiap jalurnya, seperti berikut ini:

1. SNMPTN: kuota minimum 20 persen daya tampung PTN
2. SBMPTN: kuota minimum 40 persen daya tampung PTN
3. Seleksi Mandiri: maksimum 30 persen daya tampung PTN

Beda dari tahun lalu, tahun ini pemeringkatan siswa pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dilakukan oleh sekolah. Selain itu, hal penting lainnya yang wajib diketahui calon peserta SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2020 adalah adanya penerapan kebijakan Single Sign On (SSO), di mana ini merupakan tahap awal pendaftaran SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2020.

Setiap peserta wajib memiliki akun LTMPT dengan melakukan registrasi akun melalui laman portal.ltmpt.ac.id. Jadwal untuk registrasi akun LTMPT dibagi dua, yaitu untuk PDSS dan SNMPTN dilaksanakan mulai 2 Desember 2019-7 Januari 2020, sedangkan registrasi akun LTMPT untuk UTBK dan SBMPTN dilaksanakan pada 7 Februari-5 April 2020.

Bagi siswa kurang mampu secara ekonomi, tak perlu khawatir. Pemerintah tetap memberikan bantuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pemerintah kali ini menerapkan Karu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang lebih terintegrasi.

Siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau Afinnasi Pendidikan Daerah 3T (ADik) dengan terlebih dahulu memelajari prosedur pendaftaran program KJP-K dan Adik yang dilihat melalui laman berikut : kip-kuliah.kemdikbud.go.id dan adik.kemdikbud.go.id.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Istimewa