Kemenag-NU Populerkan Sains Versi Alquran

Pemahaman umat Islam terhadap ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam Alquran saat ini dinilai masih rendah. Salah satu buktinya, integrasi antara Islam dan sains (ilmu pengetahuan) yang tertuang dalam terjemahan Alquran, belum banyak dipahami oleh umat Islam. Padahal, hal-hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan sepenuhnya telah tercantum dalam ayat Alquran.

Contohnya, dari asal mula kehidupan. Bermula dari situlah, kemudian membuat Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI melaksanakan kegiatan kajian dan penyusunan tafsir ilmi atau tafsir ayat-ayat kauniyah (ilmu alam semesta).

Hal itu sebagai salah satu wujud upaya peningkatan kualitas pemahaman, penghayatan, dan pengalaman ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ketua Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kemenag Dr H. Muchlis M. Hanafi MA menyatakan, saat ini terdapat suatu fenomena yang menarik sekaligus mengkhawatirkan yang terjadi di masyarakat.

”Ada gambaran betapa rapuhnya umat Islam di dunia dari segi penggambaran tafsir Alquran,” kata dia saat menghadiri acara Diseminasi Hasil Kajian Alquran di Pondok Pesantren Al Hikam Malang, kemarin (9/5).

Pada kesempatan itu, Muchlis mengenalkan tiga buku yang menggambarkan tentang kehidupan manusia dan alam sekitarnya dalam perspektif Alquran dan sains. Masing-masing berjudul Penciptaan Manusia, Hewan I, dan Hewan II. Ketiga buku tersebut terwujud atas kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).



Buku tersebut dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam memahami ilmu pengetahuan melalui perspektif Alquran. Muchlis menyampaikan, buku itu belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh masyarakat luas. ”Saat ini masih dalam proses pengembangan berbasis multimedia. Ke depan, buku ini juga akan ditaruh di App Store,” kata dia.

Sementara itu, acara tersebut terlaksana atas kerja sama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Malang dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran.

Sekretaris PC NU Yuanda Kusuma menyatakan, pada acara yang dihadiri oleh kalangan kiai, akademisi, aktivis, serta mahasiswa ini bertujuan untuk mengenalkan bagaimana akses masyarakat untuk terjemahan Alquran versi Kementerian Agama (Kemenag).

Dia menyampaikan, kegiatan ini juga sebagai salah satu cara untuk menghilangkan kesan adanya gap antara Islam dengan sains yang disampaikan melalui buku. ”Ini juga sebagai promosi penafsiran ilmiah.

Sebab, promosi tafsir ilmi masih sedikit,” kata dia. Melalui buku itu, masyarakat bisa belajar mengenai ilmu pengetahuan dalam perspektif Alquran. Misalnya belajar mengenai embrio manusia yang dilihat dari scientific modern. ”Ingin membuka wacana masyarakat mengenai integrasi Islam dengan pengetahuan,” ujarnya.

Pewarta: Fisca Tanjung
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Fisca Tanjung