Kemenag Kabupaten Malang Klaim Sudah Jalankan Sertifikat Pranikah

MALANG – Menguatnya wacana sertifikasi pranikah yang “dioper” oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK), Muhadjir Effendy diklaim sudah dijalankan oleh Kementerian Agama Kabupaten Malang. Bahkan sejak 2018. Hanya saja, programnya tidak semasif yang dicanangkan oleh Menko PMK.

“Sebetulnya itu kita selama ini sudah melaksanakan, hanya tidak sebesar apa yang dikatakan beliau (Muhadjir),” tutur Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Kemenag Kabupaten Malang, Irfan Hakim, Jum’at, (22/11).

Program itu bernama BinWin (Pembinaan Perkawinan). Program inisiasi Kementerian Agama RI yang digaungkan sejak 2018 awal ini dijalankan di Kabupaten Malang diisi 60 orang alias 30 pasang calon pengantin per angkatan.

Di 2019 sendiri, peserta BinWin naik menjadi 40 angkatan. Hanya saja, peserta per angkatan turun menjadi 25 pasang calon pengantin.

“Jatah untuk BinWin untuk 2018 hanya 30 angkatan. Ini dibiayai negara, dan peserta diberi makan, snack, buku panduan. Programnya dijalankan selama dua hari,” tukasnya.

Pemberi materi pun harus yang sudah disertifikasi. Nah, di Kabupaten Malang yang sudah tersertifikasi hanya 8 orang.

BinWin ini sendiri bertujuan mengedukasi pasangan yang hendak menikah agar punya pondasi yang kokoh berkeluarga dan tahu cara mengelola keluarga sehingga terhindar dari perceraian. Usai mengikuti BinWin, tiap peserta juga mendapat sertifikat di akhir pelatihan.

Menteri Agama (Menag) Jenderal (Purn) Fachrul Razi emarin Kamis (21/11), kala berkunjung ke Malang menerima wacana operan Menteri PMK itu dengan baik. Lampu hijau ditampilkan Rozi terkait sertifikat bimbingan pranikah bagi calon pengantin. Hanya saja, ia turut menyebut sebenarnya Kemenag sudah menjalankan hal itu sejak lama.

“Bimbingan perkawinan itu sebenarnya sudah lama ada, tapi akan kita lebih lengkapi secara teknisnya,” singkatnya.

Fachrul Razi mengatakan sertifikat bimbingan pranikah memang bukan hal baru di Indonesia dan sudah dilakukan dengan berbentuk program bimbingan perkawinan.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Musta’in mengakui pihaknya siap seratus persen jika program baru ini dijalankan.

Menurutnya, program sertifikasi pranikah ini sudah direalisasikan lewat program-program oleh Kemenag RI sejak lama. Contoh salah satunya  Sistem Informasi Pernikahan Berbasis Website (Simkah Web). Hanya saja tiap tahun memang mengalami penyesuaian.

“Siap grak! kami Kabupaten Malang selalu siap. Masalah SDM kami juga siap tinggal menyesuaikan, tinggal menunggu juknis,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia