Kelurahan Mulyorejo Optimalkan Swadaya, Kauman Revitalisasi Wisata Religi

MALANG KOTA – Upaya menghadirkan potensi terbaik yang dimiliki ditunjukkan kelurahan dalam ajang Otonomi Award 2018. Selain beragam produk kerajinan kreasi warga, program swadaya masyarakat juga menjadi perhatian utama. Seperti yang ditunjukkan Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, dan Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen.

Lurah Mulyorejo Syahrial menyatakan, ada banyak potensi kerajinan masyarakat yang tahun ini diharapkan bisa menjadi ikon kelurahan. Salah satunya kerajinan rampak barong.

”Selain berbagai produk makanan dan minuman, produk rampak barong warga Mulyorejo juga diminta pembeli dari Malang maupun luar kota,” bebernya di depan tim juri Otonomi Award yang datang ke Pendopo Kelurahan Mulyorejo kemarin (26/4).

Selain itu, Syahrial menyatakan, program swadaya masyarakat dalam pemenuhan air bersih lewat Hippam di RW 6 telah memberi banyak manfaat bagi masyarakat.

”Jika sebelumnya hanya dinikmati kurang dari 100 sambungan (rumah), sekarang sudah meningkat hampir 200 sambungan,” tambah Syahrial.



Hadirnya Paguyuban Taman Makam Muslim juga berhasil menyulap kawasan di sekitar makam lebih asri dan tertata layaknya taman.

”Untuk membuat lingkungan menjadi asri dan mengurangi kesan angker, kami ciptkan taman dan juga membuat lukisan di dinding sekitar makam,” terang Pendi Hariono, sekretaris paguyuban.

Sementara itu, Kelurahan Kauman juga tengah berupaya melanjutkan pembangunan wisata religi makam Mbah Honggo Koesoemo dengan penyerahan aset tanahnya ke Pemkot Malang.

”Dengan diserahkannya aset tersebut ke pemkot, anggaran pembangunannya bisa menggunakan APBD,” beber Lurah Kauman Boedi Soepriyono.

Pewarta: Achmad Yani
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Bayu Eka