JawaPos.com – Kabar penembakan yang dialami Zulfirmansyah dan anaknya Omar Rais belum diketahui oleh kedua orangtua. Hingga kini, kakaknya masih menyembunyikan informasi bahwa adik dan kemenakannya itu menjadi korban keganasan teroris di Masjid Islamic Centre Linwood, Christchurch, New Zealand, Jumat (15/3).

“Orang tua belum mengetahui kondisi Zulfirmansyah. Saya takut kalau diberitahu, mereka malah jatuh sakit,” kata kakak kandung korban, Hendra Yaspita pada sejumlah awak media di Padang, Jumat (15/3) malam.

Orangtua Zulfirmansyah sendiri tinggal di kawasan Lapai, Kecamatan Nanggalo, Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Menghindari kecurigaan orang tuanya, Hendra justru mencari lokasi yang agak jauh dari kediaman orang tuanya untuk memberikan keterangan kepada awak media di Padang.

INFOGRAFIS: Penembakan di Masjid Kota Christchurch Selandia Baru (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Hendra sendiri mengetahui adiknya menjadi korban penembakan teroris sekitar pukul 13.00 WIB dari grup WhatsApp keluarga. Setelah itu baru dikonfirmasi langsung oleh istri Zulfirman.

Korban sendiri, kata Hendra, baru berada di Selandia Baru sejak awal Januari 2019. Dia, istri dan anaknya menetap di Jogjakarta. Seniman lukis itu sempat pulang ke Padang pada November 2018 lalu untuk meminta izin kepada orang tua dan tinggal di Selandia Baru.

Selaku kakak dan mewakili keluarga besar, Hendra mengutuk aksi keji teroris yang memberondong puluhan muslim saat beribadah salat jumat di Selandia Baru. Dia meminta, pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya oleh Pemerintah Selandia Baru.

“Kejadian itu (penembakan) tidak manusiawi. Kami mengutuk keras pelaku dan meminta Pemerintah Selandia Baru menghukum pelaku seberat-beratnya,” kata Hendra.

Saat ini, Hendra hanya berharap Zulfirmansyah dan anaknya segera pulih dan kembali ke Indonesia.

Editor           : Sari Hardiyanto

Reporter      : Riki Chandra