Keliling Jogja, UGM Pamerkan 9 Kendaraan Listriknya

Keliling Jogja, UGM Pamerkan 9 Kendaraan Listriknya

Parade ini diharapkan bisa menjadi semangat dalam mengembangkan kendaraan masa depan untuk menjadi produk asli dalam negeri.

Koordinator Parade Kendaraan Listrik Yano Surya Pradana mengatakan, pawai yang merupakan bagian dari Hari Pendidikan Tinggi Teknik ke-72 ini diikuti oleh 9 kendaraan yang terdiri dari 4 mobil listrik, yaitu Semar 1, Semar 2, ICA, dan Arjuna. Kemudian 1 sepeda motor listrik, 2 becak listrik dan 2 sepeda listrik.

Salah satu koleksi mobil listrik yang dipamerkan ke publik
(Ridho Hidayat/JawaPos.com)

“Kami ingin mempublikasikan bahwa UGM berkomitmen mengembangkan kendaraan masa depan mobil listrik. Memperkenalkan ke masyarakat luas,” katanya, Minggu (18/2).

Terus dikembangkannya kendaraan listrik ini, karena yang selama ini ada yaitu berbahan bakar minyak dirasa mempunyai harga yang fluktuatif. Selain itu juga menimbulkan polusi udara. “Harganya tinggi dan fluktuatif,” ucapnya.

Ade Pratama, teknisi dari mobil listrik UGM mengatakan, salah satu mobil yang diparadekan merupakan program lanjutan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2014 lalu. Namun tim dari UGM hanya berjalan setahun dan kemudian sempat vakum.

Setelah itu kembali dilanjutkan pada 6 bulan terkahir ini dan berhasil membuat sebuah mobil listrik. “Belum kami kasih nama, namakan saja mobil listrik UGM,” tuturnya.

Mobil listrik UGM yang dikerjakan selama 6 bulan terakhir ini komponen-komponennya sebagian besar masih impor. Hanya sistem manajemen baterainya saja sejauh ini yang baru bisa dibuat. “Fungsinya untuk mengecek kondisi baterai apakah layak untuk dioperasikan atau tidak,” ucapnya.

Mobil listrik UGM, lanjut Ade, mampu menempuh sampai jarak 60 kilometer untuk sekali pengecasan. Berkekuatan 10 kilo Watt, dengan daya tampung 2 orang dan kecepatan maksimal mencapai 40 kilometer per jam.


(dho/JPC)