Kelanjutan Pasar Sayur Terkendala Lelang

KOTA BATU – Di tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyisakan sedikit waktu untuk melanjutkan pembangunan Pasar Batu unit sayur. Berkaca dari tahun anggaran berjalan, tersisa waktu kurang dari tiga bulan untuk menggeber pembangunan tahap dua tersebut. Hingga kemarin (17/10), tanda-tanda kelanjutan proyek itu pun belum terlihat. Prosesnya masih bergulir di Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Kota Batu.

Dari pantauan koran ini, tercatat ada 23 peserta lelang yang mengincar proyek senilai Rp 5,9 miliar itu. Mepetnya waktu juga membuka peluang molornya pengerjaan. Seperti yang terjadi tahun lalu. Kala itu, pembangunan pasar tahap pertama ditarget selesai akhir 2017. Namun nyatanya molor hingga awal 2018. Penempatan tempat baru untuk 136 kios baru dilakukan April lalu.

Menanggapi kondisi itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko punya alasan khusus. ”Pelaksanaan (lelang)-nya masih belum memenuhi syarat,” kata dia. Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat ini ada sistem lelang dari pemerintah pusat yang baru. ”Sehingga butuh penyesuaian,” tambahnya. Berkaca dari itu, dia tetap berharap proses lelang bisa segera menemukan pemenangnya.

”Sebelumnya, saya juga tegur kepala DPKPP. Namun, setelah diberikan penjelasan secara teknis, saya bisa memakluminya,” tambahnya. Di sisi lain, Dewanti sadar bila waktu pengerjaan lanjutan sudah mepet. Dari perkiraannya, dibutuhkan waktu normal pengerjaan selama 75 hari kerja untuk menyelesaikan bangunan tersebut.

”Perhitungannya, karena kegagalan lelang sebelumnya ya tinggal 50 hari kerja. Jadi nanti biar dilembur 24 jam, kalau lembur kan 50 hari itu sama dengan 100 hari kerja,” tambah Dewanti. Meski mepet, dia pun cukup yakin dengan penuntasan proyek. Sebab, pengerjaan untuk tahap kedua ini berbeda dari pembangunan di tahap pertama. ”Ini hanya bangunan di tengah, yang tinggal memasang konstruksi dan atap nantinya,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu (Bidang Pembangunan) Didik Machmud menilai bila lanjutan proyek itu tetap membutuhkan waktu. Di tahapan lelang, masih ada proses penawaran dan pengumuman pemenang lelang yang harus dilalui. Setelah itu, ada tahapan penerbitan surat perintah kerja (SPK), survei lokasi, dan pengerjaan. ”Pertanyaannya, apakah dengan waktu yang sekarang ini, bisa selesai tepat waktu (tidak molor sampai awal tahun)?” kata Didik.

Agar pembangunan berjalan maksimal, dia pun menyarankan agar Pemkot Batu menunda sementara lanjutan proyek itu. ”Kalau waktunya tidak nutut, lebih baik dianggarkan kembali di 2019. Jadi, Januari dikerjakan, seperti itu lebih aman,” tambah politikus Golkar itu. ”Kami hanya mengingatkan saja, namun kalau optimistis selesai, ya sudah silakan (dikerjakan),” tutupnya.

 

Pewarta: Aris dwi
Copy editor: Amalia
Penyunting: bayu mulya
Foto: Rubianto