Kekurangan Personil, Satpol PP Gandeng Koramil dan Polsek Sinergi Jawa Pos

Korps penegak perda itu dituntut lebih cermat membagi 85 personelnya dalam mengamankan tiga ikon vital. Mulai Pendapa Graha Ronggo Djumeno, gedung sekretariat daerah (setda), hingga Alun-Alun Rekso Gati. 

Kasatpol PP Kabupaten Madiun Supriyadi mengaku harus membagi seluruh personelnya dalam lima regu. Secara bergiliran, setiap regu yang terdiri dari empat personel itu harus berkeliling siang-malam. 

‘’Sebenarnya, khusus pengamanan pendapa kurang dua personel. Idealnya enam personel sekali jaga,’’ katanya.

Bangunan baru itu memang lebih luas dibandingkan Pendapa Muda Graha. Sayangnya, penambahan personel terbentur kebijakan moratorium pegawai negeri sipil (PNS) dari pemerintah pusat. 

Karenanya, penempatan personel perlu ditata ulang. Mengingat keberadaan Pendapa Graha Ronggo Djumeno berhadapan langsung dengan Alun-Alun Rekso Gati. 

Setiap harinya selalu dikunjungi masyarakat dan menjadi lautan manusia setiap akhir pekan. Sehingga tingkat pengamanan pendapa harus digandakan. 

‘’Untungnya pendapa ini ada pagar kelilingnya,’’ terangnya. 

Selain pendapa, personel satpol PP juga harus menjaga keamanan para pengunjung. Pusat keramainan tentu berpotensi mengundang berbagai kerawanan. 

‘’Puspem aman, masyarakat juga harus aman,’’ tegas Supriyadi. 

Satpol PP juga perlu berkoordinasi dengan Polsek Mejayan dan Koramil 0803/08 Mejayan terkait bantuan pengamanan diperlukan. Terlebih, saat liburan. Akan sulit meng-cover kawasan Puspem Mejayan tanpa adanya personel gabungan. 

‘’Karena merupakan salah satu pusat keramaian, jadi harus ada pengamanan gabungan,’’ urainya. 

Tak cukup itu, 10 sekuriti penjaga gedung Setda Kabupaten Madiun juga perlu dilibatkan. Terutama mengamankan sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di sekitarnya.  ‘’Semuanya perlu diamankan 24 jam,’’ ujarnya. 

(mn/sib/bel/sib/JPR)