Kekuatan Timnas Spanyol Bisa Tereduksi Andai Catalonia Merdeka

JawaPos.com – Referendum Catalonia berimbas pada banyak aspek bagi Spanyol. Andai benar-benar merdeka dan resmi memisahkan diri dari Spanyol, hal-hal yang selama ini berkaitan dengan Catalonia tak akan lagi ada di Spanyol. Di kancah sepak bola, klub-klub Catalonia dipastikan tak akan berkiprah di kompetisi sepak bola Spanyol.

Liga Spanyol tak akan diramaikan lagi oleh Barcelona, Espanyol, Girona, dan klub Catalonia lainnya. Catalan Derby menghilang dari La Liga. Dan, paling menyedihkan adalah tak ada lagi El Clasico Barcelona vs Real Madrid di pentas La Liga. Kemungkinan itu bisa terjadi andai Catalonia benar-benar menjadi negara merdeka.

Tak hanya kompetisi domestik Spanyol saja yang pamornya akan meredup, kekuatan timnas mereka juga akan tereduksi. Maklum saja, cukup banyak pemain Catalan yang membela timnas Spanyol. Andai Catalonia merdeka, sudah pasti mereka akan memilih membela timnas Catalonia karena mereka lahir di sana.

Catalonia sendiri sudah memiliki timnas sendiri sejak lama. Mereka juga telah menggelar sejumlah laga persahabatan. Pertandingan pertama digelar pada 21 Februari 1912 melawan Prancis. Kala itu, Catalonia kalah dengan skor 0-7. Kemenangan terbesar mereka saat melawan Nigeria pada 22 Desember 1998 dengan skor 5-0 dan menghadapi Lithuania pada 22 Desember 2000, juga dengan skor 5-0.

Bahkan, Catalonia sudah empat kali bersua timnas Spanyol. Hasilnya adalah 1 kali menang dan 3 kali kalah. Mereka pernah mengalami kekalahan telak 0-7 dari Spanyol pada 13 Maret 1924.

Starting XI timnas Catalonia
(Sky Sports)

Namun, pertandingan yang melibatkan timnas Catalonia tidak diakui FIFA karena Catalonia memang bukan negara anggota FIFA. Sejumlah pemain Catalan, selain membela La Furia Roja, juga tampil bersama timnas Catalonia. Di era modern saat ini sebut saja Gerard Pique, Cesc Fabregas, Jordi Alba, Marc Bartra, Sergio Busquets, Gerard Deulofeu, Bojan Krkic, Cristian Tello, Aleix Vidal, dan Kiko Casilla.

Dari nama-nama tersebut, sebagian masih menjadi tulang punggung timnas Spanyol saat ini. Sebut saja Jordi Alba, Marc Bartra, Gerard Pique, dan Sergio Busquees. Selain itu ada Gerard Deulofeu dan Sergi Roberto yang bisa dipanggil oleh pelatih La Furia Roja saat ini, Julen Lopetegui. Artinya, andai Catalonia benar-benar merdeka dan andai mereka memilih membela timnas Catalonia, kekuatan La Furia Roja akan tereduksi.

Lantas, apakah mereka bisa membela timnas lain mengingat sudah pernah berkostum Spanyol. Berkaca dari kasus Kosovo, kans untuk bisa membela Catalonia terbuka lebar. Tapi, itu tergantung keinginan si pemain yang bersangkutan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu FIFA mengizinkan setidaknya ada 6 pemain untuk membela timnas Kosovo. Padahal, mereka sebelumnya pernah memperkuat timnas negara lain. Kosovo sendiri secara negara merdeka pada Fabruari 2008 dengan memisahkan diri dari Serbia. Kosovo secara resmi menjadi anggota UEFA dan FIFA sejak Mei 2016.

Sahnya Kosovo menjadi anggota UEFA dan FIFA mendorong para pemain asal Kosovo yang sebelumnya memperkuat negara lain untuk meminta pindah tim nasional. Permintaan itu langsung diajukan ke FIFA. FIFA sendiri mengatakan akan menangani para pemain yang ingin pindah timnas berdasarkan kasus per kasus. Artinya, ada aturan khusus dalam hal ini.

Berdasar itu, untuk timnas Catalonia juga bisa diberlakukan. Tentunya dengan syarat bahwa para pemain yang ingin pindah timnas benar-benar lahir di negara yang dimaksud, dalam hal ini Catalonia. Lagi-lagi, semua bisa terwujud andai Catalonia benar-benar merdeka dan asosiasi sepak bola mereka resmi diakui UEFA dan FIFA.

Aturan FIFA sendiri memang mengatakan bahwa seorang pemain yang sudah membela timnas (senior) sebuah negara, tidak diperbolehkan memperkuat timnas negara lain. Dalam hal ini, dua negara yang dimaksud sudah resmi menjadi anggota FIFA sebelumnya. Ternyata, aturan FIFA tersebut masih bisa dicari celah sehingga kasus Kosovo bisa dimungkinkan pindah timnas.

FIFA biasanya tidak mengizinkan pemain untuk berganti timnas begitu mereka mewakili satu negara secara kompetitif. Namun, peraturan tersebut tidak dijelaskan berlaku atau tidak bagi pemain yang ingin berganti timnas yang sebelumnya bukan anggota FIFA. Kosovo sebelumnya bukan anggota FIFA. Sehingga FIFA lantas memberikan pengecualian.

“Kondisi khusus terkait dengan masuknya anggota baru ke FIFA dan pemain berpotensi memenuhi syarat untuk bermain, ini tampaknya tidak diatur secara meyakinkan,” sebut pejabat FIFA dalam kasus Kosovo seperti dilansir BBC.

Berdasar itu, FIFA pun mengizinkan sejumlah pemain yang pernah memperkuat negara lain untuk pindah membela Kosovo. Tentu saja, syaratnya dia memang lahir dan memiliki keturunan darah Kosovo.

Aturan tersebut bisa diterapkan untuk Catalonia andai benar-benar merdeka. Tapi, seperti halnya kasus Kosovo dimana Albania dan Swiss yang melakukan protes, Spanyol juga akan melakukan hal yang sama. Tapi, sekali lagi, ini baru akan terjadi andai Catalonia benar-benar merdeka dan resmi menjadi anggota FIFA.

Skuad Timnas Catalonia (Terbaru)
Kiper: Jordi Masip (Valladolid), Edgar Badia (reus)
Belakang: Victor Alvarez (Arsenal Tua), Andreu Fontas (Celta), Alberto de la Bella (Sociedad), Sergi Gomez (Celta), Pol Lirola (Sassuolo), gerard Valentin (La Coruna), Aaron Martin (Espanyol)
Tengah: Xavi Hernandez (Al Sadd), Joan Verdu (Qingdao Huanghai), Sergi Roberto (Barcelona), Marc Crosas (Tampico Madero), Victor Rodriguez (Seattle Sounders), Sergi Samper (Las Palmas), Marc Roca (Espanyol), Pere Pons (Girona)
Depan: Sergio Garcia (Espanyol), Alvaro Vazquez (Espanyol), Gerard Moreno (Espanyol), Oriol Riera (Western Sydney Wanderers)

Sewaktu-waktu Bisa Dipanggil
Kiper: Kiko Casilla (Real Madrid), Jordi Codina (Fuenlabrada), Pau Lopez (Espanyol)
Belakang: Gerard Pique (Barcelona), Martin Motoya (Valencia), Marc Bartra (Dortmund), Jordi Alba (Barcelona), Aleix Vidal (Barcelona), Jordi Amat (Betis), Didac Vila (Espanyol)< Raul Rodriguez (Shanghai Shenxin), Marc Muniesa (Girona), Sergio Juste (FC Goa), Marc Valiente (Eupen)
Tengah: Sergio Busquets (Barcelona)< Piti (Lamia), Fabregas (Chelsea), Victor Sanchez (Espanyol), Javier Marquez (New York Cosmos), David Lopez (Espanyol), Sergio tejera (Gimnastic), Jordi Xumetra (Zaragoza), Isaac Cuenca (Hapoel Be’er Sheva), Gerard Deulofeu (Barcelona)
Depan: Ferran Corrominas (FC Goa), Bojan Krkic (Alaves), Jonathan Soriano (Beijing Sinobo), Cristian Tello (Real Betis), Keita Balde (Monaco)


(epr/JPC)