KEK Singosari Bakal Launching Bareng Tol Mapan

SINGOSARI – Optimisme membuat Singosari menjadi KEK (kawasan ekonomi khusus) ke-12 yang terbentuk di Indonesia sudah melewati tahapan cukup panjang. Meski luasan lahan yang diajukan ”hanya” 300 hektare, tapi nilai investasi yang digadang-gadang bakal masuk tidak akan kalah dari KEK daerah lain.

Investor KEK Singosari sekaligus Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama David Santoso menyampaikan, untuk tahap awal, investasi yang digelontor untuk pengembangan KEK ini antara Rp 3 triliun–Rp 5 triliun. ”Kalau total sampai selesai, perkiraannya bisa sampai Rp 30 triliun,” ujar David.

Lantas, fasilitas apa saja yang akan tersedia di KEK Singosari? Pembangunan techno park serta rumah sakit berstandar internasional juga akan menjadi megaproyek awal keberadaan KEK Singosari. Tidak tanggung-tanggung, pembangunan techno park akan mengadopsi tempat wisata buatan yang ada di Jerman.

Bahkan, Pemkab Malang sudah mencuri start untuk menggandeng pihak dari Jerman untuk turun langsung mengerjakan proyek tersebut.

David juga menyatakan, dengan menggandeng ITDC (Indonesia Tourism Development Coorporation), pintu investasi internasional akan terbuka lebar. Apalagi dari segi pengalaman, ITDC merupakan BUMN (badan usaha milik negara) yang juga telah menggarap KEK Mandalika.

”Pada 2020 mendatang Indonesia akan menjadi negara dengan aktivitas ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara, inilah yang harus kami antisipasi,” jelas direktur utama Singhasari Residence ini.

Dengan keberadaan KEK, Singosari yang sebelumnya hanya sebagai salah satu pintu wisata menuju Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu juga bisa menjadi bagian dari destinasi wisata.

”Kami dukung pengembangan Bromo Tengger Semeru tanpa melupakan sinergi dengan Kota Batu maupun Kota Malang,” jelas David.

Sesuai dengan kebijakan Presiden Joko Widodo terhadap 10 destinasi pariwisata nasional, TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) ditargetkan bisa mendatangkan 1 juta wisatawan dalam satu tahun.

Kapan pembangunan fisik KEK dimulai? Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Malang Tomie Herawanto menjelaskan jika tidak ada halangan, proses pembangunan fisik bisa dimulai dua bulan lagi.

”Kalau sudah ada ketetapan sebagai KEK, bisa langsung dikerjakan, antara (bulan, Red) Maret atau paling lambat April mendatang,” ujar Tomie saat ditemui di Rumah Kopi Ampstirdam kemarin (18/1).

Jika disepakati Dewan KEK Pusat, launching KEK Singosari akan diperkirakan bisa laksanakan Mei mendatang. ”Perkiraan kami bersamaan dengan peresmian Tol Mapan (Malang–Pandaan) bulan Ramadan mendatang oleh Presiden Joko Widodo,” tukasnya.

Alur penetapan KEK sendiri memang cukup rumit. Tomie menjelaskan, pada tahap awal pihak investor dan pengelola harus mengusulkan dulu rencana pengembangannya kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Malang, yakni kepada bupati.

”Oleh pemkab kemudian dilakukan verifikasi persyaratannya oleh tim,” katanya. Tuntas pada pemkab, dokumen-dokumen tersebut baru diusulkan kepada gubernur dan diteruskan kepada Kemenko Perekonomian.

”Setelah disepakati akan diterbitkan perpres (peraturan presiden) yang menjadi dasar ketetapan Dewan KEK Pusat untuk menyusun dewan KEK daerah,” imbuhnya.

KEK Singosari sendiri saat ini tahapannya sudah mencapai proses pengajuan penetapan oleh gubernur kepada Dewan KEK Pusat.

”Makanya 25 Januari gubernur Jawa Timur dan bupati Malang akan diundang ke Jakarta untuk memaparkan di depan Menko Perekonomian,” jelas Tomie.

Jika disepakati, Gubernur Jawa Timur Soekarwo secara otomatis ditunjuk sebagai ketua Dewan KEK Daerah Jawa Timur, sementara Bupati Malang Rendra Kresna sebagai pemilik wilayah bertugas sebagai wakil ketua Dewan KEK Daerah Jawa Timur.

Mantan kepala dinas pertanian itu menjelaskan, ada poin plus yang ditawarkan KEK Singosari jika dibandingkan KEK di daerah lain.

”Kalau di daerah lain kebanyakan rencana kawasannya masih belum tuntas, sementara di Kabupaten Malang lahannya sudah siap 300 hektare. Tidak ada masalah soal pengerjaannya karena yang perlu dituntaskan hanya masalah perizinan, lahan ini 100 persen adalah milik PT Intelegensia Grahatama,” beber Tomie.

Pewarta: Farik Fajarwati
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka