Kejar Predikat SAKIP, OPD Digenjot

KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu masih menyimpan hasrat untuk meningkatkan kinerjanya.Salah satu tolok ukur yang mereka pakai yakni penilaian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) yang tiap tahunnya dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI. Untuk diketahui sebelumnya, nilai SAKIP Pemkot Batu dalam dua tahun terakhir, 2016 dan 2017, terbilang jauh dari harapan.

Mereka hanya mendapat predikat C dalam dua tahun terakhir. Berada di urutan buncit di antara 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Tak ingin predikat itu terus-terusan dida pat, Wakil Wali Kota Batu Punjul San toso menyematkan target tinggi. ”Kalau target kami optimal A, agar para or ganisasi perangkat daerah (OPD) ini tidak kendor. Kalau hanya (target) BB, nanti malah santai-santai,” kata dia.

Jumat lalu (7/9) , Kota Batu sudah mendapatkan giliran evaluasi SAKIP dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sejumlah 20 OPD mendapat giliran untuk memaparkan kinerjanya. ”Dari 38 OPD itu, ada 20 yang memaparkan. Dan dari pemprov sudah disampaikan kekurangan dan kelebihannya,” kata Punjul. Hasil evaluasi dari Pemprov Jatim itulah yang bakal dijadikan bahan perbaikan.

”Tadi juga ada beberapa komentar, kami dianggap lebih bagus dibandingkan  tahun sebelumnya, dan mi nimal nanti bisa dapat B,” kata Punjul. Beberapa kinerja yang dianggap baik, seperti sudah adanya sinkronisasi antara visi dan misi kepala daerah. Rencana pembangunan jang ka menengah daerah (RPJMD) program yang ada di OPD juga dianggap sudah sejalan.

”Dulu, beberapa program OPD masih tidak sesuai dengan RPJMD. Kegiatan OPD waktu itu hanya seputar pela tihan-pelatihan saja, sehingga nilai kami C,” tambah dia. Dari catatan dua tahun itulah, sejumlah perbaikan dilakukan. Kini setiap program di OPD dipelototi secara detail. Baik dari sisi manfaat maupun ketepatan sasaran programnya.



”Misalnya dinas pendidikan dengan anggaran Rp 200 miliar, itu untuk apa saja, sesuai dengan visi dan misi serta RPJMD tidak, lalu yang sudah berjalan apa saja,” beber Punjul. Perbaikan lain juga dilakukan dengan mewajibkan semua kepala OPD untuk bisa melakukan presentasi dengan baik. ”Kalau di sini (Pemkot Batu) ada kepala OPD yang tidak bisa (presentasi), ya lebih baik mundur  dari jabatannya,” tegas Punjul.

Di sisi lain, Kabag Pengembangan Ki nerja, Biro Organisasi Setda Prov Ja tim, Dwi Suyantono, mengakui bila ki nerja Pemkot Batu sudah lebih baik. ”Memang sudah oke dan bagus. Diperkirakan bisa mendapat minimal nilai B. Karena ada kenaikan (kinerja) dari 41 persen menjadi 60 persen ke atas. Ini luar biasa,” kata pria yang juga menjabat sebagai ketua tim evaluasi SAKIP Provinsi Jatim itu.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Octo Pratama