Kejar Level Internasional, UMM Upgrade BIPA

MALANG KOTA – Banyaknya mahasiswa asing yang belajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat Kampus Putih ini terus meningkatkan mutu layanannya. Salah satunya dengan terus meng-upgrade wadah kursus bahasa Indonesia melalui Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Saat ini, mahasiswa asing yang kuliah di UMM sudah lebih dari 150 orang. Karena itu, layanan BIPA yang dikhususkan untuk orang asing yang belajar bahasa Indonesia itu semakin ditambah. Apalagi, sebagian mahasiswa dan tenaga profesional di UMM berasal dari luar negeri.

”Ada yang dari Inggris. Bahkan membawa keluarga. Yang dari Korea, pasangan suami istri juga bersama tiga anaknya,” terang Rektor UMM Drs H Fauzan MPd di sela-sela agenda penandatanganan MoU dengan Jawa Pos Radar Malang yang dihadiri langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad kemarin (23/4).

Fauzan menambahkan, peningkatan layanan tersebut penting dilakukan karena sistem lembaganya yang independen.

”Karena sistemnya yang independen ini, juga melayani orang-orang asing yang ingin belajar bahasa Indonesia. Nah, mereka itu masuknya di program Bahasa Indonesia, tapi nama lembaganya BIPA,” ujarnya.

Tak hanya diajari empat keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, menulis, dan membaca, mahasiswa asing ini juga diajari budaya Indonesia. Mulai kesenian tari, musik tradisional, hingga pengetahuan tentang sosiopragmatik. Mahasiswa asing juga diajari memahami gaya hidup orang Indonesia dengan cara yang menyenangkan.

”Seperti cara berbicara orang Indonesia. Kan ada semiformal dan informal. Kalau orang ditawari makan kan banyak yang bilang nggeh, pun, sampun. Nah, budaya sungkan itu juga kami ajarkan,” tutur Sekretaris Humas UMM Mohamad Isnaini alias Krisna.

Ada juga konsep BIPA for Kids yang sengaja dikhususkan untuk anak-anak dari keluarga asing. ”Karena anak-anak datang bersama keluarga, kami berikan juga pelajaran dengan cara yang lebih fun, yakni bermain,” tambahnya.

Usai menekan MoU, Fauzan juga menyatakan sedang menyiapkan beasiswa mandiri sebagai apresiasi tambahan akan tingginya antusiasme pendaftar Program Dikti untuk Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Mereka yang tidak lolos seleksi KNB masih punya kesempatan mendapat beasiswa studi yang disiapkan UMM.

”Tahun ini ada 138 pendaftar lewat KNB program Dikti ke UMM. Sedangkan yang bisa kami terima nanti hanya 6 orang. Jadi, sebagai apresiasi, kami tambah di luar program Dikti agar bisa menampung lebih banyak lagi,” tambah Fauzan.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah & Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Feni Yusnia