Kegiatan Positif Cegah Remaja Terpapar Narkoba

BANYAKNYA pengguna narkoba dari kalangan remaja memang bikin miris. Di awal-awal, para ABG yang mulai memakai obat jenis dobel L, risiko bakal terjerat narkoba jenis sabu-sabu atau lainnya semakin terbuka lebar.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batu Salma Safitri Rahayan SH menyatakan, para remaja sekarang ini memang lebih rentan terpengaruh narkoba dan seks sebelum menikah. ”Usia mereka yang masih labil serta perkembangan lingkungan yang begitu cepat, membuat mereka terlena. Hal ini berbeda dengan masa orang tua mereka dahulu, atau 10  sampai 20 tahun yang lalu,” kata dia.

Menurut dia, kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Baik orang tua, masyarakat, sekolah, dan juga pemerintah. Perempuan yang akrab disapa Fifi tersebut melanjutkan, anak usia remaja secara emosional memang masih labil. Namun, anak-anak ini mempunyai tenaga yang berlebih. Jadi, harus disalurkan pada hal yang positif.

”Di sekolah, mereka sudah punya berbagai kegiatan,” kata dia. Namun, saat di luar sekolah inilah yang harusnya menjadi perhatian bersama. Mulai di lingkungan keluarga sampai masyarakat. ”Anak-anak ini harus diberikan ruang untuk berekspresi, menyalurkan bakatnya. Kalau energi mereka ini diarahkan ke kegiatan yang positif, maka peluang untuk terpapar narkoba jadi lebih kecil,” ungkapnya.

Namun, Fifi melanjutkan, selama ini sarana dan prasarana remaja untuk berekspresi masih kurang. ”Contohnya di desa, dari berbagai dana yang didapatkan selama ini, yang saya lihat hanya pembangunan fisik saja. Belum manusianya,” ungkap dia.



Dia melanjutkan, Pemerintah Kota Batu juga harus hadir. Bisa melalui beberapa pembangunan yang mewadahi untuk hobi olahraga atau kesenian bagi anak-anak muda. ”Seperti taman skateboard atau wall climbing, serta tempat untuk berkesenian harus dibuat,” tambahnya.

Lebih lanjut, peran keluarga juga sangat penting. ”Dari pengalaman saya saat memberikan bantuan hukum terhadap anak-anak yang terjerat kasus narkoba, kebanyakan dari keluarga kurang harmonis,” kata dia. Seperti dari orang tua yang bercerai dan lainnya. Permasalahan keluarga ini, membuat anak-anak mencari ketenangan sendiri. Nah, salah satunya dengan lari ke narkoba. ”Karena itu, peran orang tua itu penting, mereka harus bisa memahami anak-anak sekarang,” pungkas Fifi.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Rubianto