Kecewa Tak Bisa Berhubungan Intim, Tersangka Mutilasi Pasar Besar Malang Sumpel Kemaluan Korban Pakai Lakban

KOTA MALANG – Sadis yang dilakukan tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi Pasar Besar Malang, Sugeng, 49. Sebelum membunuh korban, Sugeng menyiksa korbannya dengan memasukkan tangan di kemaluan dan dubur serta menyumpelnya dengan kaos dan lakban.

Awalnya, Sugeng bersama korban wanita yang diperkirakan berusia 34 tahun tersebut menuju Pasar Besar Malang, tepatnya di bawah tangga menuju lantai 3 untuk menuntaskan hasrat seks mereka pada Senin (7/5). Namun saat dirangsang, Sugeng tidak mampu ereksi sehingga ia kecewa. Untuk kedua kalinya, Sugeng mengajak namun si korban mengaku sedang sakit.

Tak percaya, Sugeng lantas memasukkan tangannya ke dalam kemaluan korban dan dubur korban. Akibatnya kemaluan dan dubur korban mengeluarkan darah hingga cairan dengan bau tak sedap. Korban wanita pun kesakitan lalu memicu kepanikan Sugeng.

“Tangan yang masuk sampai lengan. Lalu melihat korban kesakitan dan banyak darah, ia melepas baju hitam yang sempat dipakai korban. Bajunya dirobek kemudian disumpalkan ke dubur. Sedangkan kemaluannya disumpal menggunakan lakban dengan harapan darah berhenti keluar,” terang Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.

Saat si korban terbujur lemas itulah, Sugeng menatto kaki korban dengan jarum sol sepatu. Ia menuliskan nama Sugeng di kaki kanan dan ‘Wahyu yang kuterima dari Gereja Comboran’ di kaki kiri.

Usai menatto, Sugeng pergi dan kembali lagi pada Selasa (8/5). Melihat sang wanita masih hidup, ia menggorok leher korban dengan gunting mirip gunting jahit. Tak sampai situ, Sugeng juga memenggal kepalanya. Namun, kaki dan tangan korban masih bergerak.

“Akhirnya ia bawa ke kamar mandi, tapi karena nggak cukup saat mau nutup pintu lalu ia potong kaki dan tangannya. Kemudia tubuh korban ditutup dengan karung. Sedangkan tangan dan kaki diletakkan di bawah tangga,” paparnya.

Sampai saat ini belum ada titik terang mengenai identitas korban, namun diduga korban merupakan tuna wisma. Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan psikiater, Sugeng dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa. Sehingga atas perbuatannya ini ia dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara selama 15 tahun

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu