Kecamatan Tumpang Mulai Kembangkan Sentra Madu

TUMPANG – Berbicara tentang pusat pengembangbiakkan tawon dan wisata petik madu, Kecamatan Lawang, dan Singosari, bukanlah satu-satunya yang ada di Kabupaten Malang. Kecamatan lain juga mulai mengembangkan budi daya tersebut. Seperti yang ada di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang. Secara khusus, Sabtu lalu (24/11) Wakil Bupati Malang H.M. Sanusi mengunjungi peternakan tawon di sana. Meski hasil produksinya tak sebesar di Kecamatan Lawang, peternakan tawon di sana sudah cukup menghasilkan.

Dalam sekali panen, rata-rata peternak bisa mendapatkan 3–6 kuintal madu. ”Pengaruhnya ke musim, kemarau seperti kemarin bagus karena bunganya banyak,” kata Wiyono, salah satu pemilik peternakan tawon di Desa Tulusbesar. ”Kalau hujan biasanya bunganya rusak, kalaupun ada nektarnya biasanya sudah tidak ada karena terkena air,” sambung pria berusia 51 tahun tersebut.

Di musim panen tahun ini, Wiyono mengaku hasil madu di peternakannya sedang bagus-bagusnya. ”Karena bunganya banyak yang mekar, jadi kualitas madunya juga bagus. Kebetulan yang kami hasilkan musim panen ini jenis madu multiflora,” jelas dia. Madu tersebut biasa dihasilkan dari beberapa bunga seperti bunga kopil, durian, rambutan, dan albasia.

Wakil Bupati Malang H.M. Sanusi menyampaikan aspirasinya. Dari pengamatan dia, sentra peternakan tawon di sana sebenarnya bisa dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata baru. ”Di Lawang memang sudah ada, tapi saya yakin di sini (Tumpang) pasti juga bisa menyajikan atraksi yang berbeda kalau diolah menjadi tempat wisata,” kata Sanusi.

Dia pun memastikan jika Pemkab Malang bakal memberi support penuh untuk itu. ”Nanti bisa dikomunikasikan dengan dinas pariwisata dan kebudayaan, kalau sedang musim panen agar mereka bisa mengajak wisatawan untuk datang ke sini,” sambung dia. Selain Wiyono, beberapa warga di sana memang banyak yang menjadi peternak tawon. ”Kalau semua bisa panen bersama-sama konsepnya bisa dibuat agenda carnival madu di Kecamatan Tumpang,” tutup Sanusi.



Pewarta: Farik Fajarwati
Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Bayu Mulya
Foto: Farik Fajarwati