Keberpihakan, Cara IKIP Budi Utomo Berbakti Pada Negara

Ny Nurcholis Sunuyeko membagikan angpao kepada para balita putra-putri dosen dan pegawai IBU dalam acara halal bihalal keluarga besar IBU kemarin malam.

KOTA MALANG – Menciptakan lulusan yang kompeten adalah salah satu sumbangsih kampus untuk memajukan bangsa. Komitmen itu pula yang terus dijaga oleh IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. Caranya, dengan konsisten menjaga keberpihakan kepada warga kurang beruntung dari sisi ekonomi.

“Kenapa begitu? Karena kampus ini ada, bertumbuh, dan besar karena keberpihakan tadi,” ujar Rektor IKIP Budi Utomo Dr Nurcholis Sunuyeko Msi dalam moment halal bihalal di kampus C IBU, kemarin malam (15/6).

Ya, dari ribuan mahasiswa IBU saat ini, sekitar 40 persennya berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan mereka ada yang yatim piatu.

“Keberpihakan inilah yang coba kami angkat dan dilestarikan sebagai wujud sumbangsih dan kepedulian kepada bangsa,” kata dia.

Tentu saja, masih menurut rektor yang juga ketua Forki (federasi olahraga karate-do Indonesia) Kota Malang tersebut, semua dilakukan dengan tidak ngawur. Harus tetap taat aturan dan tampil sesuai dengan ketaatan yang berlaku. Hasilnya, walaupun tidak bisa dibandingkan dengan PTN, kampus ini terus tumbuh dan berkembang. Tidak hanya tumbuhnya harmonisasi semua bagian dan unit (yayasan, pimpinan, dosen, pegawai), tapi juga sisi akademik.



Bahkan pada Ramadan lalu, IBU mendapatkan kebahagiaan dengan diraihnya akreditasi B pada program studi (prodi) olahraga dan pascasarjana. Hal itu menjadi sangat berarti, terutama untuk program pascasarjana yang cukup lama terkena moratorium. Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pun, juga berjalan dengan baik.

“Mudah-mudahan halal bihalal ini menjadi tali perekat, tali asih IBU dengan masyarakat yang telah bersama-sama turut membangun kampus ini,” tukas Choliis-sapaan akrabnya.

Pewarta: Neny Fitrin
Foto: Neny Fitrin
Penyunting: Fia