Kebebasan Pers Punya Hutang Pada Mahasiswa

Peran media terhadap gerakan mahasiswa dikupas dalam Seminar Regional Memahami Geopolitik Pergerakan Mahasiswa di Era Kontemporer

MALANG KOTA – Peran media terhadap gerakan mahasiswa dikupas dalam Seminar Regional Memahami Geopolitik Pergerakan Mahasiswa di Era Kontemporer, siang ini (17/5).

Kegiatan yang dilangsungkan di Hall Utsman Mansoer tersebut dalam rangka harlah ke XXII PR PMII Al Fanani Komisariat Unisma.

Menghadirkan dua narasumber yakni motivator Muffarihul Hazin dan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, berbagai persoalan terkait pers dan mahasiswa dibahas.

Pemateri pertama, Kurniawan Muhammad menguraikan empat peran penting media.Yakni sebagai corong, jendela, cermin, dan filter. “Peran media terhadap gerakan mahasiswa tidak lepas dari empat hal itu,” ujar pria yang akrab disapa Kum itu.

Dia menguraikan, sebagai corong maka tugas media adalah menginformasikan gerakan-gerakan mahasiswa.



“Sebagai jendela, media membingkai sebuah kejadian sebelum ditayangkan. Saat membaca berita, itu berarti membaca informasi yang sudah dibingkai,” terangnya.

Frame atau jendela tersebut muncul dari interpretasi wartawan. Kum mencontohkan, keberhasilan reformasi 1998 tak lepas dari peran mahasiswa dan media.

“Kebebasan pers yang saat ini dinikmati, tidak lepas dari keberhasilan reformasi. Jadi kebebasan pers ini punya hutang pada mahasiswa,” ujarnya.

Pewarta: Nurlayla Ratri
Foto: Pito