Kebangkitan Sel Tidur Jaringan JAD Ternyata Ada di Kota-Kota Ini

Setyo Wasisto

“Bapak Kapolri sudah menyampaikan soal kebangkitan sel-sel dari JAD. Yang paling besar JAD di Jabar (Jawa Barat), Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi), Jatim (Jawa Timur). Ini yang harus kita waspadai,” ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/5).

Namun daerah lainnya kata Setyo, juga patut diwaspadai. “Daerah-daerah lain juga ada seperti Bima, Poso, itu JAD semua,” kata Setyo. 

Sejumlah Napi Terorisme di Mako Brimob yang sempat menguasai 38 jam markas komando yang ada di Kelapa Dua Depok itu.
(ist/RADAR MALANG ONLINE)

Pihaknya tengah memantau keberadaan mereka saat ini. Sebab diduga, para anggota JAD itu selalu berpindah tempat. Karena itu, Setyo mengaku, akan lebih dulu mengecek database orang-orang JAD dan afiliasinya.

“Kita coba cek dulu database orang-orang yang terafiliasi JAD. Karena database itu bisa saja berubah. Selama ini mereka ini kan sel-sel tidur ini. Diikuti intelijen, mereka ngeles juga,” imbuhnya. 

Sejauh ini diketahui bahwa sel-sel teroris yang bangkit beberapa hari terakhir dikendalikan dari balik lapas. Otaknya adalah K dan DS, pimpinan JAD yang kini menjadi penghuni Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Timur. 

Mereka berdua adalah pimpinan JAD setelah Aman Abdurrahman. Diduga, K dan DS berkomunikasi dengan teroris yang masih berkeliaran untuk melancarkan aksi teror beberapa hari terakhir. 

“Ya kita monitor saja komunikasi mereka kemana-mana. Kalau sudah di Lapas kan harusnya tidak ada komunikasi,” pungkas Setyo. 


(dna/JPC)