Ke UIN Malang, Muhammad Asirry Bagikan Trik Belajar Kaligrafi Untuk Pemula

KOTA MALANG – Kaligrafi dianggap sebagai karya seni yang susah dibuat. Kerumitan keindahan dan kedetailan serta kaidah dalam karya seni tulisan itu menjadi hal yang tak terelakkan untuk diperhitungkan. Tentunya, agar karya tersebut terlihat aestetik hasilnya.

Namun, untuk mencapai dalam tahap itu. Seseorang musti melalui banyak percobaan.

Tidak bisa langsung satu kali coba dan bisa menelurkan sebuah karya kaligrafi masterpiece. Apalagi bagi pegiat kalirafi pemula.

Untuk itu, UKM Seni Religius UIN Malang menghadirkan sosok expert dalam bidang kaligrafi yakni Ustaz Muhammad Asirry.

Dalam workshop tersebut Ustaz Sirry mengatakan, kalau membuat suatu karya Kaligrafi yang indah dan sesuai kaidah itu berawal dari karya abstrak terlebih dahulu.

“Kalian hanya perlu memulai, jangan bingung hasilnya indah atau tidak. Yang penting memulai saja berkarya. Buatlah karya apa saja. Abstrak juga tidak apa. Kadang karya Abstrak tersebut malah yang disukai dan memiliki keindahan,” tuturnya hangat kepada para peserta di Ruang Sidang Student Center UIN Malang, Jumat (6/12).

Mantan juara 1 Kaligrafi tingkat Asia Tenggara itu pun juga mencontohkan praktik melukis kaligrafi abstrak itu secara langsung.

Bahkan ia melakukannya dengan mata tertutup di hadapan puluhan peserta.

Menggunakan media sterefoam, pengasuh dan pendiri PSKQ Modern itu memulai menghiasi sterefoam itu dengan warna-warna dari cat air.

“Nah ini kan tidak berkaidah kaligrafinya, tapi tidak masalah. kalian hanya perlu bahagia dulu berkarya. Karena intinya berkarya itu jika bahagia. Latihannya jadi tak terasa dan akhirnya akan memunculkan karya yang bagus,” tuturnya ?.

Setelah mempraktikan sendiri, ia pun mengajak para peserta untuk mulai melukis di masing-masing sterefoam. Dengan menggunakan cat air masing-masing, peserta nampak bersemangat untuk berkarya.

Salah satunya, ialah Ahmad. Dijelaskannya, ia pertama kali mencoba untuk membuat kaligrafi.

“Dulu gak pernah. Ya takut aja jelek. Tapi saat ustaz Sirry menjelaskan kalau karya Abstrak itu adalah bernilai aestetik. Saya jadi Percaya Diri untuk memulai,” tuturnya sambil asik menghiasi stereofoam dihadapannya.

Sebagai informasi, workshop kaligrafi itu merupakan proker divisi UKM Seni Religius dan juga merupakan rangkaian acara dari acara puncak yakni “Panggung Tunggal” yang bakal menampilkan semua karya seni dari cabang seni yang dimiliki UKM tersebut.

Pewarta: Bob Bimantara
Foto: Bob Bimantara
Penyunting: Fia