Ke UIN Malang, Ketua PWNU Bicara Beda Sarung dan Gamis

KOTA MALANG – Ketua Tafziyah PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar jelaskan stigma tidak benar yang ditempelkan pada Islam Nusantara. Hal itu ia sampaikan pada ceramahnya di Halal Bihalal seluruh Civitas UIN Malang, Rabu (12/6).

“Ketika ulama-ulama menyebut Islam Nusantara, tidak ada niat sama sekali mengubah Islam,” kata Marzuki yang juga merupakan pimpinan Ponpes Sabilurrosyad, Kel. Gasek, Kota Malang

Selanjutnya, ia menambahkan, Islam Nusantara tidak mempunyai perbedaan secara ajaran dengan aliran Islam lainnya. Semua dari kitab, rukun salat sampai manasik hajinya, Islam Nusantara sama dengan Islam lainnya.

“Cuma kalau ada yang beda itu bukan beda karena madzabnya tapi nusantaranya,” tegas Marzuki.

Nusantara, lanjut Marzuki, ialah Islam yang menyesuikan dengan budaya dan sosio-geografis di Indonesia. Ia mencontohkan, pemakaian sarung dan gamis sebagai penutup aurat ketika salat.



Ia menuturkan, di Indonesia memakai sarung dikarenakan musim hujan yang intensitasnya tinggi karena merupakan bagian dari negara tropis. “Jadi kalau pas habis salat di masjid dan hujan, tinggal dicincing enak gak keteplok,” ujarnya sambil diikuti gelak tawa hadirin.

Sementara itu, pemakaian gamis sangat cocok untuk negara mediterania yang kering dan berpasir.

“Kalau najis enak tinggal dikibas no lugur kabeh pasir e (digoyang jatuh semua),” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan, yang terpenting adalah menutup aurat sesuai syariat Islam. Sedangkan, alat untuk menutup auratnya itulah yang tidak apa-apa berbeda.

“Karena yang namanya Indonesia tidak bisa di-yaman-kan. Yang namanya Mesir tidak bisa di-Quraish-kan meskipun turunnya Alquran di sana (Suku Quraish),” tuturnya.

Karena apapun aliran Islam-nya, kalau ulama ceramah dan bersosialisasi dengan umat harus menggunakan bahasa Indonesia.

“Itulah manusia Indonesia,” ujarnya diiringi tepuk tangan hadirin.

Dalam halal bihalal tersebut selain seluruh civitas UIN Malang, turut hadir pula ketua PCNU kota Malang KH. Chamzawi.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia