Ke Rembang, Ganjar Pelajari Industri Berbasis Pesantren

Ke Rembang, Ganjar Pelajari Industri Berbasis Pesantren

Ke Rembang, Ganjar Main Ke Industri Berbasis Pesantren Beromzet Miliaran Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berkunjung ke industri berbasis pesantren di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Rembang.
(dok. Tim Media Ganjar-Yasin)

RADAR MALANG ONLINE – Kalangan santri di Rembang mampu menghasilkan industri kerudung beromzet hingga miliaran rupiah. Pelanggan mereka bahkan tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Hal itulah yang didapati Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan.

Elfa Collection adalah salah satu workshop yang berhasil mengonsolidasi kekuatan ekonomi kreatif para santri. Mereka mengumpulkan kerudung buatan ibu-ibu sekitarnya untuk dipasarkan ke luar daerah. 

Selain laris di Rembang, produk ini juga berhasil merambah pasar luar kota bahkan pulau. “Surabaya, NTT, Makassar, banyak,” kata Yoyok Widodo, pemilik Elfa, menerangkan pada Ganjar yang mengunjungi tempat usahanya, Kamis (5/4).

Workshop ini sendiri berada di lingkungan Pondok Pesantren As Suniyyah. Dijelaskan Yoyok, sejak berdiri di tahun 2005, Elfa sukses meningkatkan penjualannya secara pesat. “Sekarang per bulan sudah sampai satu miliar omzetnya, kalau sepi ya Rp 600-an juta,” lanjutnya. 

Tak jauh dari Elfa, berdiri Affa Collection yang lebih cenderung ke industri bordir. Baik untuk kerudung maupun badge, tas, kaos dan sebagainya. 

Menurut Ganjar, bisnis kerudung dan bordir cerdas menangkap peluang lantaran keberadaannnya di sekitar pondok. Mereka mengerti produk apa yang berpotensi dikembangkan di sekitar pesantren. “Mereka menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” kata Politikus PDIP itu.

Ketika usaha sudah kuat seperti Alfa dan Affa, lanjut sang petahana, pemerintah tidak perlu intervensi terlalu banyak. Dukungan hanya diperlukan misalnya dalam hal akses permodalan dan pelatihan pengembangan usaha. 

Usaha berbasis pesantren, menurutnya, juga sejalan dengan program ekotren yang akan digulirkan pasangannya di Pilgub Jateng 2018, yakni Taj Yasin. Selain busana, pasangan ini membidik sentra perkulakan sembako.

“Kita bikin sentra perkulakan dengan sumber daya yang banyak dari lokal dengan titiknya di pondok,” terang pria berambut putih itu.

Ganjar menambahkan, selain sebagai penguat kemandirian pesantren, usaha tersebut juga efektif sebagai sarana dakwah karena interaksi yang kental dengan masyarakat umum. Secara khusus dakwah juga bisa disusupkan melalui produk kaos dengan desain sablon modern. 

“Kita lihat tadi kaos yang desainnya modern tapi nuansa islamnya dari tradisi pondok. Maka dakwahnya bisa masuk di kalangan milenial. Misal kaos desain spiderman yang ternyata dibuat santri ini,” tandasnya.


(gul/JPC)