Ke Kantor DPKPCK, Kh Kholili Jelaskan Beda Lebaran dan Idul Fitri

KEPANJEN- Keluarga besar Dinas Perumahan, Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang mengawali hari perdana masuk kerja (10/6) dengan halal bihalal. Mengangkat tema Senandung Rindu Padamu Ya Rasulullah, acara tak hanya berlangsung khidmat, tapi juga sarat pesan dan hiburan.

Ya, dalam halal bihalal tersebut, dihadirkan KH Moch Nur Kholili bersama As Sakinah Religion Music. Pendakwah asal Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang ini bahkan tak hanya menyampaikan petuah-petuah agama. Tapi juga bersenandung di bawah iringan musik As Sakinah.

“Waktu jalan ke sini tadi, saya membaca tulisan Selamat Berlebaran. Kenapa bukan Selamat Idul Fitri? Apa bedanya,” tanya Kh Kholili.

Dengan gayanya yang khas, dia pun menjelaskan bahwa perbedaan Lebaran dan Idul Fitri tidak hanya pada tulisan saja. Tapi juga maknanya.

“Kalau Lebaran, semuanya boleh. Mau yang puasa, mau yang tidak puasa juga boleh. Tapi kalau Idul Fitri, hanya untuk orang-orang yang puasa saja,” beber pembina Nasi Sembarang Gelem dan Yayasan Yatim Piatu Al-Maun, Ngajum itu.



Karena untuk meraih Idul Fitri, lanjut dia, orang-orang yang beriman harus menyempurnakan puasanya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Albaqoroh ayat 185. Dan menurutnya, hanya mereka yang mendapatkan hidayah saja yang melaksanakan rukun Islam ketiga tersebut.

“Kenapa tidak semua orang Islam mendapatkan hidayah? Karena hidayah itu hak prerogratifnya Allah SWT,” terang KH Cholili.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu KH Cholili juga menerangkan makna Silaturahmi.

Yakni berasal dari kata silah yang berarti nyambung, dan rahim artinya kawelasan atau kasih sayang. Sedangkan sub dari silaturahmi adalah saling menasihati dalam hal kebaikan.

Sementara itu, Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengatakan, halal bihalal ini diharapkan menjadi moment refleksi diri. Apalagi, sebelumnya telah menjalankan ibadah puasa selama 30 hari.

“Di bulan Syawal ini, Insya Allah semua kembali fitri. Bagaimana sekarang bisa mempertahankan kemenangan agara nilai-nilai Ramadan tetap terjaga,” ujarnya.

Pewarta: Neny Fitrin
Foto: Neny Fitrin
Penyunting: Fia