Kawal Surat Suara, NH-Aziz Terjunkan 85 Ribu Satgassus

Nurdin Halid

JawaPos.com – Calon gubernur dan calon wakil gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut 1, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mengerahkan Satuan Petugas Khusus (Satgassus) untuk mengawal jalannya pemungutan suara pada 27 Juni mendatang.

Tak tanggung-tanggung, tim ini beranggotakan 85 ribu orang di 24 kabupaten/kota. Nurdin Halid mengungkapkan, tim Satgassus bekerja sejak H-3 hingga H+2 pemungutan suara. Tim ini fokus untuk menelusuri dan mencari tahu peluang kecurangan terkait Pilkada di tengah masyarakat.

“Satgassus hadir untuk membantu rakyat menyalurkan hak pilihnya sesuai nurani. Mereka mengantisipasi politik uang, kampanye hitam, intimidasi, dan kecurangan lain terkait pemungutan suara,” kata NH di kediamanannya Jalan Mapala, Makassar, Senin (25/6).

NH mengatakan, Satgassus dikerahkan sesuai kebutuhan di setiap daerah. Untuk di kota Makassar, jumlahnya berkisar 6 ribu orang. Begitu juga di Gowa dan Takalar. Jumlah ini belum termasuk saksi di dalam dan luar TPS.



“Satgas untuk setiap TPS bervariasi. Ada yang sepuluh orang, enam, lima, atau empat. Sesuai tingkat kerawanan di daerah masing-masing,” ujar NH.

Tim NH-Aziz mewaspadai segala bentuk kecurangan. Upaya kecurangan tersebut diduga dilakukan sekelompok orang yang ingin menghalalkan segala cara untuk menang.

Nurdin mengungkapkan, praktek kotor antara lain berupa politik uang, kampanye negatif, upaya kekerasan, dan intimidasi. Bagi NH-Aziz, yang patut jadi perhatian khusus adalah politik uang dengan berbagai motifnya.

“Tim NH-Aziz memberlakukan pengawasan TPS 24 jam. Akan kami tangkap tangan jika ada upaya politik uang di masyarakat,” kata dia.

NH berharap masyarakat Sulsel berpikir cerdas dan bertindak arif dalam menuju hari akhir ke pemungutan suara. Berpikir cerdas, yakni program dan figur pasangan calon yang utama untuk menegaskan pilihan di TPS.

“Bertindak arif, agar pemilih tidak menjadi pengemis sesaat atau menganjurkan sahabat, kerabat, dan keluarga menjual suaranya untuk kepentingan sehari. Dan mengorbankan kepentingan jangka panjang untuk Sulsel baru,” pungkasnya.

(rul/JPC)