Kata Fadli Zon, Aksi Penyerangan Gereja Dipicu Kegagalan Pemerintah

Kata Fadli Zon, Aksi Penyerangan Gereja Dipicu Kegagalan Pemerintah

Terakhir, aksi penyerangan terjadi di Gereja Katolik St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fadli Zon mengatakan, aksi beringas yang dilakukan oleh oknum yang tidak dikenal itu merupakan bukti kegagalan pemerintah melakukan pembangunan ekonomi.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon
(Desynta/RADAR MALANG ONLINE)

Menurutnya, saat ini pemerintah harus berubah haluan pembangunan. Semula berorientasi proyek dan mendatangkan investasi secara masif, harus diubah pada aspek pemerataan pembangunan.

“Masyarakat yang selama ini dikesankan ayem, tentrem, tiba-tiba bisa berubah beringas? Benarkah ada masalah dengan toleransi, ataukah ada masalah lain yang bersifat struktural?,” kata Fadli kepada RADAR MALANG ONLINE, Selasa (13/2).



Menurut pandangan Fadli, berdasarkan data internalnya, tingkat ketimpangan ekonomi di Yogyakarta saat ini mencapai angka 0,44.

Artinya, masih jauh di atas tingkat ketimpangan ekonomi nasional yang berada di angka 0,39.

Dia menegaskan, biaya hidup di Jogjakarta dari tahun ke tahun pun terus melonjak, bahkan jauh di atas rata-rata kota besar sekitarnya, seperti Solo dan Semarang.

Ditambah lagi lonjakan harga tanah di Jogja juga termasuk yang tertinggi secara nasional, yang membuat banyak warga kini kesulitan memiliki rumah.

“Ini adalah problem struktural. Dan ketimpangan, seperti pengalaman historis kita, adalah jerami kering yang mudah sekali terbakar.” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Fadli, dirinya mengajak untuk menjaga perdamaian bukan sekadar toleransi saja.

Melainkan, masalah ketidakadilan sosial dan ketidakadilan ekonomi yang masih menjadi problem di masyarakat.

“Menciptakan toleransi utamanya merupakan tugas masyarakat, maka menciptakan keadilan sosial terutama adalah tugas pemerintah.” pungkasnya.

Sekadar Informasi, kejadian penyerangan tersebut bermula pada Minggu, (11/2) sekitar pukul 07.30 WIB. Pelakunya adalah Suliyono (22), warga Krajan RT 02/RW 01 Kandangan, Pesanggrahan Banyuwangi, Jawa Timur.

Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim mengatakan, saat itu pelaku masuk dari pintu gereja bagian barat.

Dia langsung menyerang korban Martinus Parmadi Subiantoro dan mengenai punggung sehingga jemaat yang berada di belakang ataupun kanopi membubarkan diri.

Pelaku kemudian masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun ayunkan senjata tajam sehingga para jemaat juga membubarkan diri.

Selanjutnya, pelaku berlari ke arah koor dan langsung menyerang Romo Prier yang sedang memimpin misa.

“Pelaku masih menyerang para jemaat yang masih berada di dalam gereja dan mengenai korban Budi Purnomo,” katanya.

Adapun korban luka dalam kejadian tersebut yakni Budijono (44) warga Perumahan Nogotirto Gamping Sleman, mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang dan leher bagian belakang akibat senjata tajam.

Selain itu, Romo Prier SJ mengalami sobek pada kepala belakang akibat senjata tajam.

“Sementara Aiptu Munir mengalami luka pada tangan akibat senjata tajam. Selanjutnya Martinus Parmadi Subiantara warga Nusupan RT 02/28 Trihanggo, Gamping, Sleman mengalami luka pada punggung akibat senjata tajam,” pungkasnya.


(aim/JPC)