Kata Dokter Cantik RS UMM, Idealnya Ortu-Anak Perlu Berinteraksi 6–9 Jam Per Hari

MALANG KOTA – Bagi Anda yang bekerja sebagai profesional, mungkin pernah merasakan kalau waktu Anda dengan anak setiap harinya begitu singkat. Belum lagi, ketika di rumah, orang tua sering disibukkan dengan gadget, sehingga quality time dengan anak kurang maksimal.

Padahal, idealnya, interaksi orang tua dan anak adalah 6–9 jam per hari. Hal tersebut dijelaskan dokter spesialis anak Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) dr Pertiwi Febriana Chandrawati MSc SpA. Rangsangan atau stimulus otak anak dipengaruhi dari interaksi dan pelajaran orang tua pada anak. Gadget tidak bisa menstimulus dengan baik, karena sifatnya hanya menghibur saja.

”Gadget tidak memberikan beragam emosi dan ruang interaksinya terbatas,” ujar dr Pertiwi, kemarin (7/7).

Ada satu pola asuh yang bisa diterapkan orang tua zaman now ketika mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Yakni asih, asah, dan asuh. Asuh berkaitan dengan pertumbuhan anak. Ini ditandai dengan ukuran fisik yang berubah di setiap bulannya, seperti lingkar kepala, besar otot, dan tinggi badan.

”Termasuk asupan gizi saat di kandungan hingga tumbuh dewasa. Dan juga imunisasi,” tukas ibu dua anak ini.

Sedangkan asih berkaitan dengan perkembangan anak yang berupa kebutuhan emosional. ”Interaksi itu tatap muka, berbicara mulut ke mulut. Bukan dalam satu ruangan, tetapi anak dan orang tua megang gadget masing-masing,” imbuh kepala bagian anak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Poin terpenting yang terakhir adalah orang tua wajib memerhatikan poin asuh. Istri dari Tito Kuswandi ini mewajibkan orang tua mengerti bahwa anak-anak memiliki masa golden year (masa keemasan) antara 4 –5 tahun. Di tahapan ini, anak lebih mudah dirangsang dan ditanamkan hal baik melalui aspek visual, auditori, verbal, dan taktil. Ini untuk meningkatkan serta mengembangkan segi pembelajaran anak.

”Baiknya, antara pertumbuhan dan perkembangan itu bersifat paralel (sejajar),” kata perempuan berusia 43 tahun ini.

Pewarta: Sandra Desi
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Amalia Safitri
Foto: Sandra Desi