Kasus Kekerasan Anak Sukoharjo

Kasus Kekerasan Anak Sukoharjo

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten (DPPKBP3A) Sukoharjo Sunarto mengatakan, data tersebut sudah mencakup seluruh Sukoharjo. Namun, dia yakin masih banyak kasus lain di mana masyarakat takut untuk melapor.

“Selama ini kami terjun mendata anak-anak yang mengalami kasus kekerasan. Hasilnya, ada 49 kasus yang terpantau. Kita minta masyarakat tidak perlu takut untuk melapor,” terang Sunarto, Kamis (25/1).

Dari 49 kasus selama 2017 itu, memang tidak gampang untuk menyelesaikannya. Anak- anak ini membutuhkan pendampingan psikologis. Selain itu, korban juga biasanya anak yang ditinggal orang tua merantau.

Selain kasus kekerasan seksual, ada lagi kasus lainnya yang cukup unik. Ini berkaitan dengan etika anak. Dia menceritakan, ada anak yang melakukan kekerasan kepada pensiunan Polri. Bahkan, kasus ini sampai  ke pengadilan dan diselesaikan dengan diversi. ”Kasusnya itu, anaknya diingatkan tapi malah marah dan melempar paving ke kepala pensiunan tersebut,” papar dia.

Untuk awal 2018 ini, ada 4 kasus kekerasan anak. Namun, tiga sudah diselesaikan. Penyelesaian ini dimediasi oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi. Dia berharap setiap keluarga agar bisa membuat lingkungan senyaman mungkin bagi anak-anaknya. Sebab, peranan keluarga juga penting untuk perkembangan anak.

Dia juga mengingatkan untuk memperhatikan anak ini agar tidak sering bermain handphone. Harus ada pengawasan ketat dari orang tua bila anak sedang berselancar di internet. Karena banyak konten negatif yang bisa diakses. ”Harus didampingi. Jangan sampai membuka yang tidak diperbolehkan dengan handphone mereka,” ujarnya.

(rs/yan/bay/JPR)