Kasihan, Siswa SDN Srigading 3 Lawang Malang Ada yang ke Sekolah Jalan Kaki 5 Km

Tim 1.000 Guru saat berada di daerah Srigading Kecamatan Lawang Kabupaten Malang

MALANG – Menjadi dokter, polisi, bidan, tentara, guru, bahkan artis. Itulah impian sebagian besar anak-anak di SDN Srigading 3, Lawang, Kabupaten Malang. Mengenakan seragam Pramuka dan tas ransel di pundak, mereka menerjang kabut untuk berangkat ke sekolah yang letaknya di atas bukit ini. Sehingga sekolah ini terkenal dengan sebutan”Sekolah di Atas Awan”.

Para siswa SDN Srigading 3 Lawang mengikuti kegiatan yang diadakan oleh tim 1.000 Guru

Untuk menjangkau ke sekolah ini, kami, tim 1.000 Guru Malang, harus melakukan perjalanan selama dua jam dari Kota Malag naik truk pada Jumat (27/4) lalu. Medannya naik-turun dan berkelok-kelok. Itulah medan yang harus ditempuh mayoritas anak SDN Srigading 3 ketika akan berangkat sekolah dari rumahnya. Tak tanggung-tanggung, mereka melakukan perjalanan kurang lebih 5-10 km setiap harinya.

Tak semua siswa mengenakan sepatu. Masih banyak siswa yang mengenakan sandal. Meski demikian, semangat mereka tak padam. Mereka girang bukan main ketika kami mengajak bermain bersama. Selain bermain, kami juga melakukan edukasi tanggap bencana.

“Karena rumah dan sekolah mereka berada di atas bukit, maka perlu ditekankan edukasi tanggap bencana ini,” ujar Didieh, Ketua Pelaksana 1.000 Guru Traveling and Teaching Batch 19 ini.

Tak hanya melakukan edukasi, mereka juga diberi donasi berupa alat tulis, tas ransel, dan sepatu. “Semoga bermanfaat untuk adik-adik kelak,” jelas Reno, Ketua Regional 1.000 Guru Malang.



Mengasah kreativitas dan pengenalan keanekaragaman budaya juga turut ditekankan dalam kegiatan ini. “Anak-anak kami ajak membuat kerajinan tangan untuk diberikan ke wali kelasnya,” ujar Dinda, volunteer kelas 2, yang datang dari Tangerang. Selain itu, mereka juga menuliskan cita-cita dan impiannya di pohon impian.

“Supaya mereka ingat dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan,” lanjutnya.

Keanekaragaman budaya juga dikenalkan melalui fashion show dan pentas seni. Ada yang menari dan menyanyi Ampar-Ampar Pisang, Yamko Rambe Yamko, dan kesenian daerah lainnya.

Untuk menutup perjumpaan, kami, tim 1.000 Guru Malang yang berjumlah 40 orang ini, bernyanyi sayonara bersama dan mengapresiasi penampilan mereka dengan memberikan doorprize. “Terima kasih kakak-kakak 1.000 Guru Malang, jangan lupa main ke sini lagi,” ujar Ira, siswa kelas 3 SD, disusul harapan lain dari teman-temannya.

Pewarta : Amalia
Penyunting : Kholid Amrullah