Kasihan, 11 Mahasiswa FKM Untad Masih Belum Ditemukan








JawaPos.com – Sejumlah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad) menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Jumlahnya ada 17 orang.







Dari 17 orang mahasiswa itu enam di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Empat meninggal akibat terkena hempasan tsunami, sedangkan dua orang meninggal di rumahnya masing-masing yang terkena likuifaksi.









“Untuk data yang sudah tercatat dan positif meninggal itu ada 6 orang dan yang hilang itu masih ada 11 orang,” ungkap Koordinator Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Untad Muh Ryman Napirah sebagaimana diberitakan Radar Sulteng (Jawa Pos Group), Rabu (24/10).







Menurut dia, hampir sebagian besar yang menjadi korban merupakan mahasiswa baru. “Kemarin itu berdasarkan laporan adik-adik di Kesmas ada 15 mahasiswa yang berada di anjungan saat bencana dan dua diantaranya itu meninggal di rumahnya masing-masing yang berada di Petobo dan Perumnas Balaroa,” tuturnya.







Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Untad Nurdin Rahman mengakui bahwa ada mahasiswa Fakultas Kesmas khususnya yang statusnya Mahasiswa Baru (Maba) yang menjadi korban gempa dan tsunami. Ketika kejadian mereka tengah melakukan kegiatan mencari dana seperti menggelar bazar. Rencananya hasil bazar tersebut akan digunakan untuk melakukan kegiatan Inagurasi.







“Iya memang mereka itu mencari dana di sana (Anjungan, red) yang rencanakan mereka itu akan melakukan kegiatan Inagurasi semacam penerimaan mahasiswa baru di kelompoknya,” ungkapnya kepada Radar Sulteng (Jawa Pos Group).








Namun demikian, pihak Dekanat FKM Untad tersebut membantah bahwa adanya arahan atau izin dari Fakultas untuk melakukan kegiatan pencarian dana tersebut.








“Jadi saya tegaskan bahwa tidak ada arahan dari fakultas untuk mencari dana itu. Mahasiswa ini mencari dana ini tidak ada sama sekali arahan dari kami (Fakultas, red) dan itu inisiatif mereka sendiri melakukan kegiatan bazar itu,” bantahnya.







(fab/jpg/JPC)