Kartu Nikah Belum Berjalan di Kabupaten Malang, Ini Penyebabnya

MALANG – Program kartu nikah yang dicanangkan Kementerian Agama (Kemenag) beberapa waktu silam, nyatanya belum berjalan di Kabupaten Malang.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Musta’in menyebut programnya sebenarnya sudah didengungkan sejak tahun 2018 lalu oleh Kementerian Agama RI.

Hanya saja, program ini menurutnya masih ‘mandek’ di pusat akibat masih terkendala anggaran.

“Daerah itu sebenarnya siap saja, hanya permasalahnnya ketika itu diberlakukan infrastrukturnya kan juga harus disiapkan juga. Masak daerah yang menyiapkan sendiri,” keluhnya.

Juknisnya menang sudah dipegang Kemenag Kabupaten Malang. Masalahnya, alat untuk menerbitkan kartu nikah di Kabupaten Malang masih terbatas.

Infonya, dari yang seharusnya total 33 Kecamatan kesemuantmta memperoleh alat, sementara ini hanya 2 kecamatan yang kebagian.

“Kartu nikah ini mutlak anggaran harusnya dari pusat, seperti SIM itu. Jadi bukan Kabupaten Malang tidak siap atau di sini tidak berjalan, tapi karena memang kita tidak masuk pilot projectnya pusat itu,” tukas Musta’in.

Kartu nikah ini memang digadang-gadang menjadi produk revolusioner masa kini bagi Kementerian Agama yang selama ini menerbitkan buku nikah. Kenyataannya, ada missinformasi terkait realisasi kartu nikah ini.

Missinformasi ini menurut Mustai’in tak terlepas dari kesalahan pusat yang menginformasikan seolah program ini sudah berjalan serentak.

“Padahal faktanya ya masih dalam bentuk pilot project di beberapa kota itu tadi. Kabupaten Malang kalau ditanya siap, ya sangat siap, cuma barangnya itu yang belum ada, itu alatnya pakai print khusus, kartunya juga khusus,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Ilustrasi: istimewa
Penyunting: Fia